Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz: Pemerintah Lobi Iran Bebaskan 2 Kapal Indonesia
Pipit Maulidya March 27, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Dua kapal tanker raksasa milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini terjebak di wilayah Teluk Arab.

Keduanya tidak bisa pulang ke Indonesia karena jalur utama laut, yaitu Selat Hormuz, sedang ditutup oleh pemerintah Iran akibat konflik yang memanas di sana.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengakui bahwa proses membawa pulang kapal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Pemerintah harus terus merayu pihak Iran agar kapal Indonesia diizinkan lewat.

"Kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz," ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Profil Abbas Araghchi Menlu Iran yang Puji Solidaritas Muslim Indonesia: Terima Kasih

Kenapa Kapal Indonesia Tidak Bisa Lewat?

SELAT HORMUZ - Ilustrasi Selat Hormuz. Iran menerapkan aturan ketat untuk kapal yang boleh lewat Selat Hormuz dan yang tidak.
SELAT HORMUZ - Ilustrasi Selat Hormuz. Iran menerapkan aturan ketat untuk kapal yang boleh lewat Selat Hormuz dan yang tidak. (Wikimedia Commons)

Selat Hormuz adalah pintu keluar utama untuk mengirim minyak dari Timur Tengah ke seluruh dunia.

Karena sedang ada konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, Iran menjaga ketat jalur ini.

Iran memberikan syarat, hanya kapal dari negara yang tidak ikut campur konflik yang boleh lewat.

Mereka juga minta daftar kapal dilaporkan secara resmi kepada otoritas Iran.

"Kapal-kapal non-hostile dapat, sepanjang mereka tidak berpartisipasi maupun mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan, mendapat manfaat dari lintasan aman melalui Selat Hormuz dengan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang," bunyi nota komunikator tertulis yang disampaikan ke IMO, Selasa (24/3/2026) dikutip dari AFP via Kompas.com.

Tetangga Sudah Berhasil, Indonesia Menyusul

Kabar baiknya, negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand sudah berhasil melobi Iran.

Kapal-kapal mereka sudah mulai dibebaskan untuk lewat setelah pemerintahnya melakukan pembicaraan diplomatik.

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menceritakan bahwa pihak Iran sangat terbuka asal ada komunikasi.

"Mereka menjawab bahwa mereka akan mengurusnya dan meminta kami menyampaikan daftar kapal yang akan melintas," kata Sihasak.

Begitu juga dengan Malaysia. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyebut kapal mereka sedang dalam proses pulang.

"Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," ujar Anwar.

Nasib Kapal Pertamina Sekarang

Kapal Pertamina Pride sangat penting karena membawa minyak mentah untuk kebutuhan bahan bakar di dalam negeri.

Meski masih tertahan, pihak Pertamina memastikan kondisi kapal dan kru dalam keadaan baik.

"Hingga 12 Maret 2026, kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melewati Selat Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman dan terus dalam pemantauan intensif," tulis akun resmi @pertaminainternationalshipping.

Pemerintah Indonesia kini sedang meniru langkah sukses Malaysia dan Thailand untuk memastikan stok minyak kita aman dan kapal bisa segera berlayar pulang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.