Ketua DPRD Kota Serang Dorong Investasi dan Industri untuk Tekan Pengangguran
Abdul Rosid March 28, 2026 12:00 AM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Angka pengangguran di Kota Serang mengalami penurunan pada 2025.

Penurunan ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran mulai menunjukkan hasil positif. 

Meski penurunannya belum terlalu signifikan, tren ini menjadi sinyal membaiknya kondisi ketenagakerjaan di wilayah tersebut.

Masuknya investasi industri serta penguatan program peningkatan kompetensi tenaga kerja dinilai menjadi faktor penting yang dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja di Kota Serang dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Dewan Sebut Wisata Paralayang Kota Serang Potensi Tarik Wisatawan Luar Daerah

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Kota Serang pada 2025 tercatat sekitar 26.008 orang, menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 26.686 orang. 

Dengan demikian, terdapat penurunan sekitar 678 orang dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Sebelumnya, pada 2023 jumlah pengangguran tercatat 27.125 orang.

Penurunan bertahap ini menunjukkan adanya tren positif dalam penyerapan tenaga kerja di Kota Serang. 

Jika dilihat dari persentase, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Serang pada 2024 berada di kisaran 7,12 persen dari total angkatan kerja sekitar 374.767 orang. 

Angka ini masih tergolong cukup tinggi dan sedikit berada di atas rata-rata TPT Provinsi Banten, yang tercatat 7,02 persen.

Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman menilai turunnya angka pengangguran merupakan sinyal positif bagi perkembangan ekonomi daerah. 

Namun, ia menegaskan pemerintah daerah masih perlu melakukan berbagai langkah strategis agar angka pengangguran dapat ditekan lebih signifikan.

Menurut Muji, salah satu upaya penting adalah membuka ruang investasi seluas-luasnya serta mempercepat pembangunan kawasan industri yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Penurunan ini tentu menjadi kabar baik, meskipun masih tipis. Artinya ada pergerakan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang mulai berjalan. Ke depan kita berharap investasi yang masuk ke Kota Serang dapat lebih banyak lagi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Muji, Jumat (27/3/2026).

Ia juga menilai rencana pembangunan kawasan industri di Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, berpotensi menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah. 

Keberadaan kawasan industri ini diharapkan mampu membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal.

“Kita berharap ketika kawasan industri Sawah Luhur mulai beroperasi, perekrutan tenaga kerja dapat dilakukan secara bertahap. Ini tentu akan membantu menekan angka pengangguran di Kota Serang,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.