TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2025).
Kedatangan PM Anwar dalam rangka silaturahmi Idulfitri 2026. Pertemuan kedua pemimpin dilakukan secara tertutup di Istana Merdeka. Keduanya tampak mengenakan batik lengan panjang lengkap dengan peci hitam.
Pantauan Tribunnews di lokasi, Iring-iringan mobil PM Anwar Ibrahim tiba di Istana Kepresidenan pada Jumat Sore.
Anwar Ibrahim menggunakan mobil sedan hitam dengan Nopol bertuliskan Malayasia. Mobil tersebut terparkir di Lobi Barat Istana Negara.
Selain silaturahmi, kedua pemimpin membahas perkembangan geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Asia Barat serta dampaknya terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi dunia.
Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Anwar bertukar pandangan mengenai pentingnya memperkuat koordinasi dan solidaritas kawasan dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Anwar menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membuka ruang dialog yang konstruktif untuk mencari titik temu dalam merespons situasi global saat ini.
“Pertemuan penuh makna bersama Presiden Prabowo hari ini membuka ruang konstruktif dalam mencari titik persamaan mendepani konflik Asia Barat yang kini menekan keselamatan tenaga serta kestabilan ekonomi dunia,” ujar Anwar Ibrahim melalui akun Instagram resminya.
Anwar juga menegaskan bahwa Malaysia dan Indonesia memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat kerja sama kawasan guna menjaga stabilitas serta kesejahteraan masyarakat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
“Dalam ketidaktentuan global yang kian meruncing, Malaysia dan Indonesia menegaskan keperluan memperkukuh kesepaduan serantau yang berprinsip bagi memelihara keamanan, menjamin kestabilan serta memperkukuh daya tahan ekonomi demi kesejahteraan rakyat,” lanjutnya.
Baca juga: Kapal Malaysia Bisa Melintas di Selat Hormuz, Iran Tak Pernah Lupa Dukungan Malaysia di Masa Sulit
Kedua negara juga sepakat meningkatkan upaya diplomasi untuk meredakan konflik serta mendorong penyelesaian damai melalui jalur dialog, guna melindungi warga sipil dan mencapai solusi yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Anwar menyampaikan bahwa Malaysia terus melakukan komunikasi dengan para pemimpin dunia untuk menyelaraskan pandangan serta menelaah dampak global dari konflik yang berkembang, terutama dalam aspek energi dan keamanan kawasan.
“Malaysia kekal dengan pendirian tegas, menolak keganasan, menjunjung undang-undang antarbangsa dan menggesa semua pihak kembali kepada jalan damai,” tutupnya.
Di samping itu, Anwar juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas jalur perdagangan strategis, termasuk di Selat Hormuz, agar rantai pasok global tidak terganggu.
“Kelangsungan rantaian bekalan global serta laluan perdagangan strategik termasuk Selat Hormuz mesti dipastikan tidak terjejas,” tegasnya.