Selat Hormuz Ditutup: IRGC Iran Peringatkan Sekutu AS-Israel, Tiga Kapal Kargo Balik Kanan
Hasiolan Eko P Gultom March 28, 2026 12:16 AM

Selat Hormuz Ditutup: IRGC Iran Peringatkan Sekutu AS-Israel, Tiga Kapal Kargo Balik Kanan

TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Jumat (27/3/2026t) mengumumkan pembatasan besar-besaran terhadap pergerakan maritim di Selat Hormuz.

IRGC menyatakan kalau pengiriman barang dan komoditas yang terkait dengan “sekutu dan pendukung Israel-Amerika” tidak akan diizinkan melalui rute atau tujuan mana pun, menurut media pemerintah Iran.

Baca juga: Houthi Turun Gelanggang, Setelah Selat Hormuz Giliran Selat Bab al-Mandab Terancam Diblokade 

 
IRGC selanjutnya menegaskan bahwa Selat Hormuz telah ditutup secara efektif, dan memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melewati koridor penting tersebut akan menghadapi "tindakan keras."

Media pemerintah juga melaporkan bahwa tiga kapal kargo dari berbagai negara terpaksa berbalik arah setelah menerima peringatan dari Angkatan Laut IRGC.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di platform Sepah News, IRGC menuduh Amerika Serikat menyebarkan informasi yang salah tentang jalur perairan yang tetap terbuka.

“Menyusul klaim palsu oleh presiden AS bahwa Selat Hormuz dapat diakses, tiga kapal kontainer diperingatkan dan dialihkan oleh pasukan angkatan laut IRGC,” bunyi pernyataan tersebut.

Mengulangi pendiriannya, IRGC menekankan bahwa setiap pengiriman yang terkait dengan pelabuhan yang berhubungan dengan apa yang mereka sebut sebagai "sekutu Zionis-Amerika" akan dilarang transit dalam keadaan apa pun.

Trump Perpanjang Tenggat Waktu Buat Iran

Peringatan ini muncul setelah Donald Trump memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali selat tersebut, dari 28 Maret menjadi 6 April.

Trump mengatakan perpanjangan itu atas permintaan Teheran, dengan mengklaim Iran meminta waktu untuk menegosiasikan pengakhiran konflik yang sedang berlangsung yang telah mengganggu pasokan energi global.

Namun, pihak berwenang Iran telah mengindikasikan bahwa mereka bermaksud untuk melanjutkan respons mereka dengan cara mereka sendiri dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi aksi militer terhadap Israel dan target di seluruh wilayah Teluk.

Dalam peringatan yang bernada keras, IRGC menuduh "pasukan Zionis-Amerika" menggunakan warga sipil sebagai perisai dan mendesak masyarakat untuk mengosongkan daerah-daerah yang menampung personel militer AS.

Peringatan tersebut dikeluarkan tak lama setelah militer Iran mengisyaratkan potensi serangan terhadap lokasi-lokasi, termasuk hotel, tempat pasukan Amerika diyakini ditempatkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.