Jalani Pemantapan Manasik, 193 Calon Jemaah Haji Khusus Al Anshor Tours Siap Berangkat Tahun Ini
Joko Widiyarso March 28, 2026 04:14 PM

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 193 calon jemaah haji khusus yang terdaftar melalui Al Anshor Tours memasuki tahap akhir persiapan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 1447 H / 2026 M.

Para jemaah mengikuti agenda pemantapan manasik haji di Prima SR, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Sabtu (28/3/2026).

Rombongan jemaah calon haji tahun ini terdiri dari 182 jemaah murni dan didampingi oleh 11 petugas profesional, termasuk empat orang tim dokter.

Secara demografis, jemaah didominasi kaum perempuan sebanyak 105 orang dan laki-laki 88 orang, yang berasal dari berbagai wilayah seperti DIY, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Jakarta hingga Palembang.

Direktur Utama Al Anshor Tours, Drs. H. Ghozali Mukri, menjelaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas tanpa mengesampingkan kekhusyukan ibadah. 

Sebelum pemantapan manasik, calon jemaah haji tahun ini telah menerima bimbingan rutin Manasik Klasikal.

Sebelum penutupan manasik hari ini, jemaah telah mengikuti bimbingan rutin selama 8 minggu sejak Januari lalu. Setiap minggu rutin dua sesi. 

Materi yang diberikan komprehensif mulai dari fikih ibadah, teknis perjalanan, kesehatan, hingga aspek psikologis.

Melalui motto 'Haji Bahagia Penuh Makna", ia berharap pembekalan tersebut dapat teraktualisasi dalam perilaku jemaah. 

"Tujuannya agar materi yang diberikan benar-benar menjadi bekal sehingga melahirkan sukses keadaban dan peradaban sepulang dari Tanah Suci," katanya.

Jadwal Keberangkatan

Sesuai rencana, jemaah akan diberangkatkan serentak dari daerah asal masing-masing pada 3 Mei 2026.

Jemaah asal Yogyakarta terbang melalui Bandara YIA, sementara jemaah Jawa Timur melalui Surabaya, dan jemaah Kalimantan Timur melalui Balikpapan.

Seluruh jemaah akan berkumpul di Jakarta untuk beristirahat sehari sebelum terbang menuju Jeddah pada 4 Mei dini hari menggunakan maskapai Saudia. 

Di sana, jemaah dijadwalkan menetap di Madinah selama 8 hari, kemudian bertolak ke Makkah menggunakan kereta cepat untuk menginap di Hotel selama 9 hari.

"Total perjalanan dari rumah hingga kembali lagi mencapai sekitar 35 hari. Durasi ini hampir mendekati masa tinggal haji reguler," terang Ghozali.Jemaah dijadwalkan tiba kembali di tanah air pada 6 Juni 2026.

Kebijakan dinamis Arab Saudi 

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh DIY, Jauhar Mustofa, yang hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi langkah penyelenggara yang memberikan pembinaan intensif bagi jemaah. 

Menurutnya, pemahaman mendalam sangat diperlukan mengingat dinamisnya kebijakan baru di Arab Saudi.

"Ini luar biasa, saya mengapresiasi. Karena pembekalan merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan dan bimbingan, karena jemaah harus mengikuti berbagai aturan baru dalam pelaksanaan ibadah haji di sana," kata Jauhar.

Terkait isu eskalasi perang di Timur Tengah, Jauhar memastikan bahwa hingga saat ini tahapan haji berjalan sesuai jadwal atau on schedule. Tidak ada perubahan.

Berdasarkan koordinasi terakhir antara Dubes Arab Saudi dengan Menteri Haji dan Umrah,penyelenggaraan tahun ini dipastikan tetap berjalan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. 

"Alhamdulillah, hasil pertemuan Dubes Arab Saudi dengan Menteri Haji dan Umrah memastikan penyelenggaraan tahun ini tetap berjalan. Untuk jemaah reguler sendiri, kloter pertama se-Indonesia akan mulai masuk embarkasi pada 21 April mendatang," terang dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.