TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Seorang pria tak dikenal melakukan penipuan berpura-pura menjadi pelanggan laundry di Medan, lalu membawa kabur sepeda motor.
Penipuan yang diduga disertai hipnotis dialami karyawan laundry yang ada di Jalan AH Nasution Medan, tak jauh dari fly over Jamin Ginting.
Akibat peristiwa ini, sepeda motor jenis Honda Beat dibawa kabur pelaku dengan ciri-ciri memakai kaus berwarna cokelat, celana hitam, memakai topi hitam.
Pemilik Laundry, Christine mengatakan, penipuan modus pelanggan laundry berawal seorang pria tak dikenal datang hendak mencuci sarung jok bus milik salah satu loket tak jauh dari lokasi, Rabu (25/3/2026).
Namun, pelaku bilang 120 sarung masih berada di loket dan harus dijemput.
Kemudian ia meminta diantar karyawan laundry yang memang perempuan semua untuk menjemput.
Karena tak merasa curiga, dan memang pihaknya menyediakan layanan antar jemput sejauh 2 Kilometer, karyawan pun mengiyakan.
"Jadi, ada pria tidak dikenal datang ke tempat kami untuk meminta tolong ke pekerja saya menjemput sarung bus sekitar 120 dan meminta anggota untuk mengawani untuk menjemput sarung bus tersebut,"kata Christine, Sabtu (28/3/2026).
"Kebetulan dikawasan tempat laundry kami ini banyak loket-loket bus yang berjejer. Begitu mereka berjalan kaki, si Abang ini menyarankan untuk menggunakan sepeda motor saja agar tidak kerepotan saat membawa sarung kursi bus tersebut,"sambungnya.
Selanjutnya pelaku dan karyawan laundry berangkat dengan posisi pekerja dibonceng.
Di perjalanan, setibanya di loket bus yang disebut di awal, karyawan laundry menanyakan kenapa tidak berhenti, dan dijawab barang di loket satu lagi.
Setibanya di loket bus yang disebut, pelaku sempat turun dari motor dan meninggalkan korban, lalu masuk ke dalam area bus.
Namun ia keluar dengan tangan kosong, menyatakan sarung jok bus sudah dibawa ke loket bus lainnya, sehingga mereka bergerak ke area Lanud Soewondo Medan.
Lanjut Christine, di perjalanan, pelaku sempat menepuk pundak korban sehingga disebut tak sadarkan diri, lalu membawa kabur kendaraan.
Sedangkan korban, ditinggal di area sepi begitu saja.
Begitu sadar, korban langsung menangis karena motor sudah dibawa kabur.
Tak lama kemudian ia ditolong warga, dan dibawa ke pos Lanud Soewondo.
"Jadi setelah berangkat dari loket terakhir pekerja saya sudah tidak sadar lagi sudah berapa menit ditinggal di daerah Lanud Soewondo. Tapi ketika dia sadar dia nangis dan menanyakan motornya."
Sesudah kejadian, pihak Laundry melaporkan kasus ini ke Polisi dan berharap pelaku ditangkap, serta motor kembali.
"Saat ini pelakunya belum ditemukan tetapi kami sudah melaporkan kejadian ini ke polisi dan harapan saya sebagai pemilik laundry saya berharap semoga pihak kepolisian dapat menangkap pelaku dan memproses kasus ini dengan adil," katanya.
(Cr25/Tribun-medan.com)