Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Kabar membanggakan datang dari Universitas Flores (Uniflor). Dosen senior kampus tersebut, Prof. Dr. Natsir B. Koten, M.Pd, akan resmi dikukuhkan sebagai guru besar pertama dalam sejarah lembaga pendidikan tinggi itu.
Prosesi pengukuhan dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Auditorium H.J. Gadi Djou, Ende.
Pengukuhan akan dilakukan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng, berdasarkan Surat Keputusan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Rektor Uniflor, Dr. Willybrodus Lanamana, S.E., M.M.A, kepada wartawan pada Sabtu (28/3/2026) siang di Kampus Uniflor menjelaskan, pihak kampus hanya bertindak sebagai fasilitator dalam proses pengukuhan tersebut.
Baca juga: Puluhan Pelajar Sulit Akses Internet, Dosen Unflor Minta Pemkab Ende Harus Keluar dari Zona Nyaman
“SK langsung dari Kementerian Pendidikan Tinggi meminta Kepala LLDIKTI Wilayah XV untuk melakukan pengukuhan. Kami di Uniflor hanya memfasilitasi proses pengukuhan melalui rapat terbuka senat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Dr. Dra. Imaculata Fatima, M.M.A, serta Kepala BAUK sekaligus Ketua Panitia, Sofia F. Pelupessy, ST.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi perkembangan Uniflor.
Sebab, gelar guru besar merupakan jenjang akademik tertinggi bagi seorang dosen, sekaligus bentuk pengakuan negara atas kepakaran, dedikasi, dan kontribusi keilmuan.
Rektor Willybrodus menegaskan, kehadiran Prof. Natsir sebagai guru besar pertama di Uniflor diharapkan menjadi inspirasi bagi dosen lainnya.
Baca juga: Dosen PKN STAN Ajarkan Penyusunan Laporan Keuangan Bagi Peserta ToT BUMDes Unflor Ende
“Secara pribadi saya berharap kehadiran Prof. Natsir Kotten sebagai guru besar membuka pintu bagi yang lain. Saat ini beberapa dosen di Uniflor sudah bergelar doktor dan sedang dalam proses menuju guru besar,” katanya.
Ia juga menyebut Prof. Natsir sebagai sosok dosen senior yang diharapkan menjadi “pohon rindang” bagi tumbuhnya guru besar baru di kampus tersebut, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sementara itu, Wakil Rektor Dr. Imaculata Fatima menyampaikan bahwa seluruh persiapan acara telah dilakukan dengan matang, dengan tetap mengacu pada ketentuan dari LLDIKTI Wilayah XV.
“Kita hanya memfasilitasi pelaksanaan, dan semua rangkaian acara tetap mengikuti ketentuan dari LLDIKTI,” jelasnya.
Baca juga: 16 Desa di Kabupaten Ende Jadi Role Model Sekolah BUMDes yang Akan Didampingi Unflor
Menariknya, prosesi penyambutan tamu undangan akan dimeriahkan dengan sentuhan budaya lokal, yakni tarian adat Bajawa serta penggunaan kostum dari etnis Lamaholot, Flores Timur.
Sebagai bagian dari peristiwa bersejarah ini, Uniflor juga mengundang berbagai pihak, termasuk Gubernur NTT, Bupati Ende, serta sejumlah stakeholder terkait untuk turut hadir menyaksikan momen penting tersebut.
Pengukuhan Prof. Dr. Natsir B. Kotten, M.Pd bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Uniflor, tetapi juga menjadi simbol kemajuan pendidikan tinggi di Flores dan Nusa Tenggara Timur secara umum.
Perjalanan panjang akademik Dr. H. Nasir Koten, MPd akhirnya berbuah manis.
Putra asal Terong, Desa Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur itu resmi dikukuhkan sebagai Profesor atau Guru Besar setelah menerima Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Baca juga: Unflor Ende dan PKN STAN Bersinergi Tingkatkan Kualitas Pengelolaan BUMDes
Dengan pencapaian tersebut, Prof. Dr. H. Nasir Koten, MPd mencatatkan namanya sebagai guru besar pertama di Universitas Flores (Unflor), Ende, salah satu perguruan tinggi ternama di Pulau Flores.
Ia menyandang gelar Guru Besar dalam bidang Pendidikan Ekonomi. Perjalanan akademik Prof. Nasir dimulai dari kampung halamannya di Waiwerang.
Setelah menamatkan pendidikan menengah pertama, ia melanjutkan pendidikan menengah atas hingga meraih gelar sarjana di Universitas Negeri Cendana (Undana) Kupang pada tahun 1987.
Setahun kemudian, tepatnya pada 1988, Prof. Nasir mulai mengabdikan diri sebagai dosen di Universitas Flores.
Pengabdian itu terus ia jalani tanpa putus hingga akhirnya meraih jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar.
Baca juga: 318 Mahasiswa Unflor Ende Akan Diwisuda Dalam Nuansa Budaya Ende Lio
Pada 1995, ia melanjutkan studi magister di IKIP Negeri Malang, dan pada 2018 berhasil meraih gelar doktor.
Meski telah mencapai jenjang akademik tertinggi, Prof. Nasir mengaku tidak sejak awal berambisi mengejar gelar guru besar.
“Saya sebenarnya pengen istirahat, jaga ibadah, tidak perlu harus kejar guru besar. Tapi saya terdorong oleh keinginan sendiri. Sejak beberapa bulan lalu saya mencoba mengajukan usulan. Usulan ini sebenarnya tidak terlalu berat, tergantung kemauan kita untuk jadi guru besar atau tidak,” ungkapnya saat menjadi narasumber dalam program Flores Bicara TribunFlores.com, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Songsong Pesta Perak, FE Unflor Gelar Berbagai Kegiatan
“Ternyata jurnal saya itu diterbitkan. Di situ saya punya kekuatan. Tanpa itu pasti ditolak dan tidak bisa dilanjutkan menjadi guru besar,” bebernya.
Namun perjalanan tersebut tidak sepenuhnya mulus. Dalam perjalanannya, terbit regulasi baru yang mensyaratkan calon guru besar harus pernah memperoleh hibah penelitian dari Kementerian Riset dan Teknologi.
“Saat itu saya belum punya. Dengan pikiran yang sudah karat, saya coba lagi menulis proposal dan mengajukannya ke menteri. Ternyata diterima. Saya anggap itu rezeki saya di tahun 2025,” ujar profesor yang dikenal murah senyum itu.
Setelah melalui proses selama kurang lebih empat bulan, kabar baik akhirnya datang dari LLDIKTI Wilayah XV Kupang yang menyatakan bahwa dirinya resmi meraih gelar guru besar.
Baca juga: Besok 135 Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unflor Yudisium di Kawasan Wisata Pantai Kota Raja
Bagi Prof. Nasir Koten, pencapaian tersebut menjadi kado terindah di tahun 2026.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa jabatan profesor bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah panggilan pengabdian.
“Jabatan guru besar atau profesor itu bukan apa-apa. Itu adalah sebuah panggilan. Mau tidak mau, suka tidak suka, kalau sudah dosen, sudah doktor, gelar ini harus dikejar. Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi teman-teman dosen yang lain,” pungkasnya.
Universitas Flores (Uniflor) Ende resmi mencatat sejarah baru dengan hadirnya guru besar pertama.
Ditetapkan Menteri Dikti Saintek
Berdasarkan Surat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1764/M/KPT.KP/2026 tentang kenaikan jabatan akademik dan fungsional dosen, Natsir B Koten resmi dinaikkan jabatannya menjadi Profesor atau Guru Besar.
Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa yang bersangkutan telah memenuhi seluruh persyaratan kenaikan jabatan akademik.
Baca juga: Gubernur NTT Melki Laka Lena Bantu Peralatan Usaha untuk Pemuda Kreatif di Raporendu Ende
Penetapan ini juga didasarkan pada Sertifikat Uji Kompetensi Jabatan Akademik Dosen Nomor 14594/B4/DT.04.01/2025 tertanggal 31 Desember 2025.
Terhitung mulai 1 Januari 2026, Natsir B Koten, dengan NUPTK 7953740641130072, lahir di Flores Timur pada 21 Juni 1962, dan berpendidikan tertinggi S-3, resmi menyandang jabatan Profesor atau Guru Besar.
Ia diangkat sebagai Guru Besar dalam ranting ilmu Manajemen Pendidikan, dengan kepakaran Manajemen Sekolah dan Profesi Pendidikan, pada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, Unit Kerja Universitas Flores.
Surat keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 26 Januari 2026 dan ditandatangani langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto. (Bet)