TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kawasan Malioboro di jantung Kota Yogyakarta masih dipadati wisatawan pada akhir pekan terakhir masa Libur Lebaran 2026.
Hal ini setidaknya terlihat pada volume kendaraan yang melintas dan masuk ke kawasan ikonik Kota Yogyakarta, Sabtu (28/3/2026).
Pantauan Tribunjogja.com, arus kendaraan di kawasan Malioboro terlihat padat, dimulai dari Jalan Mataram, Jalan Abu Bakar Ali hingga Jalan Malioboro mengarah ke simpang Titik Nol Km Yogyakarta.
Bahkan, kendaraan yang melewati Jalan Malioboro mengalami pelambatan hingga sempat stagnan.
Kendaraan didominasi dari roda empat yang berasal dari luar Kota Yogyakarta.
Kasatlantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, mengatakan dimungkinkan akhir pekan kali ini menjadi puncak libur lebaran gelombang kedua.
Sehingga kepadatan kendaraan masih terlihat di kawasan Malioboro meski tidak seperti pada pekan pertama libur lebaran beberapa waktu lalu.
“Kemungkinan puncak kedua yang terakhir, ya. Cuma apakah lebih tinggi dari sebelumnya, jika kami lihat kalau dilihat tadi malam itu menurun,” katanya, saat dikonfirmasi, Sabtu siang.
Pihak kepolisian pun tetap memberlakukan rekayasa buka-tutup arus kendaraan, apabila terjadi kepadatan luar biasa di jalur menuju Malioboro dan sekitarnya.
Buka-tutup arus kendaraan akan diberlakukan di seputaran simpang Kridosono kemudian di Jalan Malioboro.
“Jadi situasional melihat pola arus lalu lintasnya di Malioboro,” ujar Alvian.
Melihat antusiasme masyarakat yang masih cukup tinggi, Alvian memprediksikan kepadatan kendaraan kembali terjadi di Jalan Malioboro pada akhir pekan ini.
Menurut hasil analisis pihak kepolisian, sore hingga malam hari hari yakni kisaran pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB menjadi waktu yang disukai masyarakat saat berkunjung ke Malioboro.
Baca juga: 286.558 Wisatawan Padati Malioboro Selama Libur Lebaran 2026
Pihak kepolisian bersama Dishub Kota Yogyakarta tetap berupaya menyediakan kantong parkir yang memadai.
Ketersediaan parkir yang ada saat ini menurut Alvian bisa mengcover kendaraan wisatawan.
“Cuma masyarakat kita itu kan maunya parkir yang dekat dengan Malioboro dan sekitarnya, sebenarnya kantong parkir sudah tercover,” ujar Alvian.
Apalagi area parkir senopati di kawasan Nol Km saat libur lebaran sekarang ini dikhususkan bagi kendaraan pribadi.
“Jadi sudah cukup sebenarnya, yang di ring dua juga masih banyak yang longgar,” pungkasnya.
Sebelumnya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta mencatat pengunjung Malioboro selama libur Lebaran dari 18-24 Maret 2026 menyentuh 286.558 orang.
Kepadatan pengunjung Malioboro mulai terjadi pada 21 Maret yakni 23.903 orang, lalu 22 Maret meningkat menjadi 56.975 orang, pada 23 Maret sebanyak 78.127 orang, dan 24 Maret 2025 sebanyak 70.709 orang.
Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, mengungkapkan penghitungan pengunjung dilakukan oleh petugas di lima titik akses masuk Malioboro.
Yakni, dari utara Bank BPD DIY di Jalan Pasar Kembang, depan hotel D’Jogja, Nol Kilometer dari sisi timur, dan barat, hingga sirip kawasan di Jalan Suryatmajan.
"Keramaian pengunjung (Malioboro) biasanya terjadi pukul 17.00 WIB hingga malam hari selama libur Lebaran. Kemungkinan, keramaian akan mencapai puncaknya 30 Maret," katanya, Jumat (27/3/2026).
Sementara, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muhammad Zandaru, menyampaikan kawasan Malioboro-Tugu-Kraton (Gumaton) masih jadi primadona di libur Lebaran kali ini.
Oleh sebab itu, ia mengakui, peningkatan daya tarik di kawasan atau destinasi lain menjadi sebuah pekerjaan rumah, untuk memecah keramaian wisatawan.
"Memang kawasan Gumaton jadi magnet bagi wisatawan luar kota yang datang ke Yogya. Jadi, istilahnya 'belum ke Yogya kalau belum ke Malioboro', begitu," terang Zandaru.
"Maka, kami juga berupaya untuk mengembangkan kawasan yang lain seperti Kotagede, kemudian Kotabaru, dalam rangka untuk memecah keramaian di Malioboro," urainya.
( tribunjogja.com/ hda/aka )