Museum Keris dan Museum Radya Pustaka Solo Bakal Direvitalisasi dengan Bantuan Dana Rp 5Miliar
Rifatun Nadhiroh March 29, 2026 04:30 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dua museum ikonik di Kota Solo, yakni Museum Radya Pustaka dan Museum Keris Nusantara, bakal direvitalisasi dengan dukungan anggaran sebesar Rp 5 miliar dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Solo sebagai kota budaya sekaligus destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah.

“Kita akan mendapatkan bantuan revitalisasi museum yang ada di Solo untuk pertegas kembali identitas kota kita, kota pariwisata dan kota budaya,” ujar Respati saat mendampingi Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam kunjungan kerja di Solo, Kamis (26/3/2026).

Dorong Kunjungan Wisata dan Ekonomi Lokal

Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya mempercantik tampilan museum, tetapi juga meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Pemkot Solo menargetkan museum-museum tersebut menjadi destinasi yang lebih menarik, edukatif, dan relevan bagi masyarakat modern.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan di Museum Keraton Kasunanan Surakarta Meningkat Signifikan Saat Lebaran 2026

Respati menambahkan bahwa pembenahan fasilitas dan tampilan museum akan berdampak langsung pada pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“Harapannya dengan revitalisasi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris akan meningkatkan pariwisata di Solo. Dengan adanya pembenahan di museum ini akan menambah jumlah wisatawan di Solo dan memajukan perekonomian,” jelasnya.

Gedung Museum Keris Nusantara yang megah di Jalan Bhayangkara No.2, Sriwedari, Kecamatamn Laweyan, Kota Solo. Di dalamnya banyak aneka keris yang memiliki sejarah tersendiri.
Gedung Museum Keris Nusantara yang megah di Jalan Bhayangkara No.2, Sriwedari, Kecamatamn Laweyan, Kota Solo. Di dalamnya banyak aneka keris yang memiliki sejarah tersendiri. (TribunSolo.com/Adi Surya)

Strategi Menarik Generasi Z

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya transformasi museum agar lebih menarik bagi generasi muda, khususnya generasi Z.

Menurutnya, tampilan visual, konsep pameran, hingga pengalaman pengunjung harus diperbarui agar museum tidak lagi dianggap kuno atau membosankan.

“Penataan (museum) supaya anak-anak Gen Z lebih suka datang ke museum,” kata Fadli Zon.

Ia juga mencontohkan keberhasilan revitalisasi di sejumlah museum nasional yang kini lebih modern dan interaktif.

Baginya, daya tarik museum sangat bergantung pada kualitas tampilan dan pengalaman yang ditawarkan.

“Dari sisi museumnya harus bagus. Saya kira kalau mau tahu masa kini, kita harus tahu masa lalu. Masa lalu kita ada di museum. Museum untuk masa kini dan masa depan,” tambahnya.

Menjaga Warisan

Revitalisasi Museum Radya Pustaka yang dikenal sebagai salah satu museum tertua di Indonesia, serta Museum Keris Nusantara yang menyimpan ribuan koleksi keris dari berbagai daerah, diharapkan mampu menjadi simbol harmonisasi antara pelestarian budaya dan inovasi.

Langkah ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang Pemkot Solo untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar yang hidup, menarik, dan relevan bagi generasi masa kini maupun mendatang.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.