Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyatakan revitalisasi Anjungan Jakarta di TMII mengusung konsep dan pendekatan jangka panjang yang lebih visioner hingga 20 tahun ke depan untuk menghadapi era digital.

Menurut dia, salah satu fokus utama revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, yakni menghadirkan pengalaman imersif dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Sekarang anak-anak sudah punya pandangan yang berbeda. Kita harus bersiap ke arah digital karena memang itu eranya," kata Rano di Jakarta, Minggu.

Rano optimistis Anjungan DKI Jakarta dapat menjadi showcase kebudayaan Jakarta, sekaligus sebagai wadah promosi dan edukasi yang menampilkan budaya Betawi serta keberagaman masyarakat Jakarta, terutama menjelang usia kota tersebut yang menginjak 500 tahun pada 2027.

Adapun revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII telah direncanakan sejak 2024 dengan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp77,5 miliar.

Pembiayaannya menggunakan skema kombinasi, yakni dari sumber non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta APBD.

"Revitalisasi ini telah direncanakan sejak 2024 oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan," ujarnya.

Untuk tahap awal, kata Rano, pembiayaan senilai Rp25 miliar pada 2026 didukung oleh PT Wisma Nusantara Internasional.

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan tambahan Rp25 miliar dari skema yang sama sehingga total kontribusi dari sumber non-APBD dapat mencapai Rp50 miliar.

Kemudian, sisa kebutuhan anggaran sebesar Rp27,5 miliar direncanakan melalui APBD Tahun Anggaran 2027.

Rano menambahkan bahwa proses penghapusan aset segera dijadwalkan pada April mendatang, sedangkan pembangunan konstruksi ditargetkan mulai Juni 2026.

"Revitalisasi ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun, sehingga Anjungan DKI Jakarta dapat kembali difungsikan pada peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta," pungkasnya.