Kekurangan Guru Agama, Disdik Bulungan Berencana Usulkan Penambahan Formasi Guru ke Pemerintah Pusat
Nur Pratama March 29, 2026 08:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kekurangan tenaga pengajar agama di sejumlah sekolah di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara menjadi sorotan.

Kondisi ini bahkan diduga membuat beberapa satuan pendidikan mengambil langkah dengan menggabungkan mata pelajaran agama Katolik dan Kristen demi tetap menjalankan proses belajar mengajar.

Sejumlah orangtua dan wali murid pun menyampaikan keberatan. Mereka menilai penggabungan tersebut tidak tepat, mengingat adanya perbedaan ajaran dan tata cara ibadah antara kedua agama tersebut.

Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Bulungan memastikan bahwa penggabungan mata pelajaran agama tidak dibenarkan.

Baca juga: Arus Balik Lebaran 2026 di Bulungan Meningkat, DAMRI Layani 320 Penumpang

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Bulungan, Yuni Agus Prasetyo, menegaskan pihaknya tidak pernah menginstruksikan adanya penggabungan pelajaran agama di sekolah.

“Penggabungan mata pelajaran antara agama Kristen dan Katolik itu tidak pernah ada dan tidak diperbolehkan,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia menegaskan, setiap mata pelajaran agama harus diajarkan secara terpisah sesuai dengan keyakinan masing-masing siswa.

Menurutnya, pihak Disdik juga telah melakukan konfirmasi ke sejumlah sekolah dan memastikan pelaksanaan pembelajaran agama sudah berjalan sesuai aturan.

Namun, ia tidak menampik jika praktik penggabungan bisa saja terjadi di lapangan akibat keterbatasan tenaga pengajar.

“Memang kami akui masih kekurangan guru agama, hampir di semua agama. Karena kondisi itu, sekolah mungkin mencari solusi sendiri, salah satunya dengan digabungkan. Padahal itu tidak boleh,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa layanan pendidikan bagi siswa dengan latar belakang agama berbeda tetap harus diberikan secara optimal dan terpisah.

Jika ke depan ditemukan adanya pelanggaran, pihaknya meminta masyarakat untuk melaporkan agar bisa segera ditindaklanjuti.

“Kalau ada laporan, sebutkan sekolahnya. Nanti kami akan beri penegasan dan masukan,” tegasnya.

Disdik Bulungan juga berencana mengusulkan penambahan formasi guru agama ke pemerintah pusat guna mengatasi kekurangan tenaga pendidik yang saat ini terjadi.

Selain itu, koordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Bulungan juga akan dilakukan dalam waktu dekat untuk mencari solusi bersama. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.