Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Data dari Kepolisian dan Pemkot Batu menunjukkan adanya kenaikan jumlah kunjungan wisata hingga 31 persen serta peningkatan arus kendaraan sekitar 21 persen selama libur Lebaran 2026.
Sayangnya meningkatnya jumlah kunjungan dan arus kendaraan ini tak banyak pengaruhnya terhadap okupansi hotel di Kota Batu.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi mengatakan rata-rata okupansi hotel di Batu selama periode libur Lebaran mentok diangka sekitar 70 persen saja.
Baca juga: Pajak Hotel di Kota Batu Turun, Banyak Wisatawan Lebih Pilih Vila
“Jadi menang secara angka hampir sama dengan tahun lalu dalam periode yang sama ketika momen libur Lebatan. Tidak ada peningkatan yang signifikan terkait okupansi hotel,” kata Sujud Hariadi, Minggu (29/3/2026).
Sujud menuturkan ada beberapa penyebab okupansi hotel tak mengalami kenaikan yang berarti, salah satunya karena keadaan ekonomi yang lesu.
Hal itu membuat masyarakat memilih untuk berlibur tanpa menginap di hotel.
“Efek perekonomian yang melemah membuat wisatawan cenderung memilih datang ke tempat wisata untuk berlibur, tapi tidak sekaligus untuk menginap,” jelasnya.
Baca juga: Kota Batu Diguyur 50 Ton Sampah per Hari Saat Lebaran, DLH Terapkan Skema 247 dan Pasukan Sapu Jagat
Lanjut Dirut Taman Rekreasi Selecta itu, adanya kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat hingga daerah, turut memberikan efek domino terhadap perputaran ekonomi.
“Banyak faktor memang yang mempengaruhi okupansi hotel. Masyarakat lebih memilih untuk menggunakan uang yang mereka miliki untuk ditabung daripada menginap,” ujarnya.
Sementara itu wisatawan asal Surabaya, Mulia Fahmi mengaku ia datang untuk berlibur ke Kota Batu dan Kota Batu tanpa menginap karena untuk menghemat ‘budget’.
“Libur lebaran 2-3 tahun sebelumnya saya tidak pernah absen menginap di Kota Batu maupun di kota lain. Tapi jujur sekarang ekonomi lagi sulit, mending jalan-jalan aja, datang ke Malang pagi, sore langsung balik Surabaya. Hemat,” terang Mulia Fahmi.