Dokter Muda di Cianjur Tewas Diduga Campak, RSUD Pagelaran Gerak Cepat Vaksin Seluruh Nakes!
Eri Ariyanto March 30, 2026 04:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabar duka menyelimuti dunia kesehatan di Cianjur setelah seorang dokter muda AMW (26) dilaporkan meninggal dunia dengan dugaan terinfeksi campak.

Peristiwa ini sontak memicu perhatian serius dari pihak rumah sakit dan otoritas kesehatan setempat.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pun langsung mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebaran lebih luas di lingkungan tenaga kesehatan.

Seluruh nakes di rumah sakit tersebut kini menjadi prioritas utama dalam program vaksinasi yang digencarkan.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi sekaligus perlindungan terhadap para petugas medis yang berada di garis depan pelayanan.

Selain itu, pihak terkait juga memperketat protokol kesehatan guna meminimalkan risiko penularan di fasilitas kesehatan.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya imunisasi sebagai perlindungan dari penyakit menular berbahaya seperti campak.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala serupa.

Baca juga: DPRD DKI Akan Optimalkan Transportasi Umum untuk Tekan BBM: Sebut WFH ASN Bukan Solusi yang Tepat

Seperti diketahui, Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mempercepat pelaksanaan vaksinasi measles-rubella (MR) bagi seluruh tenaga kesehatan (nakes). Langkah ini diambil menyusul meninggalnya AMW (26), seorang dokter internship yang diduga sebagai suspek campak.

Direktur RSUD Pagelaran, Irvan Nur Fauzy, menyatakan pihaknya telah merampungkan pendataan status imunisasi seluruh pegawai dan tenaga medis untuk mengidentifikasi kebutuhan vaksinasi tambahan.

“Semua sudah didata, baik yang sudah maupun yang belum, sehingga hal ini segera akan kami tindak lanjuti. Meski sebenarnya vaksinasi ini sudah berjalan secara simultan,” ujar Irvan kepada Kompas.com, Sabtu (28/3/2026).

Hasil Tracing Kontak Erat

Selain imunisasi massal, RSUD Pagelaran bersama Kementerian Kesehatan RI telah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Tim melakukan penelusuran kontak erat serta memeriksa kondisi kesehatan seluruh karyawan rumah sakit.

Berdasarkan pengecekan di seluruh instalasi, Irvan memastikan belum ditemukan adanya nakes atau karyawan yang menunjukkan gejala menyerupai campak. Dua rekan sejawat almarhum yang juga dokter internship telah diperiksa dan dinyatakan sehat.

“Selama tidak ada gejala, tidak masalah untuk kembali bertugas. Namun, kami meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk mengkaji standar operasional untuk menjamin keselamatan pegawai,” tutur Irvan.

Ilustrasi vaksin untuk tenaga kesehatan (Freepik)

Menunggu Rilis Resmi Kemenkes

Hingga saat ini, status medis AMW masih dinyatakan sebagai suspek campak. Manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan masih menunggu rilis resmi hasil pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan dalam beberapa hari ke depan.

AMW diketahui baru menjalani satu bulan program internship di RSUD Pagelaran dari total enam bulan masa penugasan. Sebelumnya, almarhum telah menuntaskan tugas di Puskesmas Sukanagara, Cianjur.

“Almarhum sosok yang sangat antusias, berdedikasi, dan memiliki inisiatif baik. Almarhum kerap mendapat apresiasi dari para dokter karena sigap membantu tugas-tugas medis,” kenang Irvan.

Sebelum meninggal dunia, AMW sempat menjalani perawatan intensif akibat komplikasi pneumonia. Kemenkes menyebutkan almarhum mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, dan sesak napas berat sebelum kondisinya memburuk.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.