Daftar Nama Prajurit TNI yang Gugur dan Terluka di Lebanon Buntut Serangan Israel
Garudea Prabawati March 30, 2026 06:19 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Empat orang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban dalam serangan saat menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Minggu (29/3/2026).

Mereka diduga menjadi korban serangan Israel di dekat Kota Adchit al Qusayr, Lebanon selatan, dekat perbatasan Israel.

Satu orang prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara tiga lainnya terluka.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah melalui rilis resminya pada Senin menyampaikan rasa berduka mendalam atas gugurnya prajurit TNI serta korban luka di Lebanon.

Keempat prajurit TNI tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL.

Berikut daftar TNI yang menjadi korban di Lebanon.

Korban tewas:

  • Praka Farizal Rhomadhon

Luka berat:

  • Praka Rico Pramudia

Luka Ringan:

  • Praka Bayu Prakoso
  • Praka Arif Kurniawan 

Baca juga: Sosok Praka Farizal Romadhon, Prajurit TNI yang Gugur Buntut Serangan Israel

"Dalam penanganan, dua orang prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL."

"Sementara itu, satu orang prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan," ungkap Aulia, Senin (30/3/2026).

Adapun jenazah Praka Farizal Rhomadhon saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut.

TNI Belum Pastikan Pihak yang Bertanggung Jawab

Meski serangan Israel diduga menjadi penyebab jatuhnya korban TNI, namun pihak TNI belum bisa memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab.

Pun dengan pihak UNIFIL yang juga menyebut tengah melakukan investigasi.

"Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL," ungkap Aulia.

TNI menegaskan komitme melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan Prajurit.

"TNI juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi sesuai dinamika di Daerah Penugasan Lebanon," pungkasnya.

Pernyataan UNIFIL

Sementara itu UNIFIL telah menyampaikan pernyataan resmi pada Senin.

Dikutip dari laman resmi, UNIFIL menyebut seorang prajurit penjaga perdamaian tewas ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr.

Satu orang lainnya mengalami luka kritis.

"Tidak ada seorang pun yang seharusnya kehilangan nyawa saat mengabdi demi perdamaian," ungkap UNIFIL.

UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan rekan sejawat dari penjaga perdamaian yang gugur saat menjalankan tugasnya dengan berani.

UNIFIL mengungkapkan belum mengetahui asal proyektil tersebut. 

"Kami telah meluncurkan investigasi untuk menentukan seluruh kronologi dan situasinya," sambungnya.

Pemerintah Indonesia Mengecam

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementeria Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut.

"Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini," tulis pernyataan Kemlu melalui X (sebelunya Twitter) resmi, Senin. 

"Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional," sambungnya.

Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.

Keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai dengan hukum internasional.

"Setiap tindakan yang membahayakan peacekepeer tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas."

Kecam Israel

Indonesia juga mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.

"Hentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian."

"Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama," pungkas keterangan Kemlu.

(Tribunnews.com/Gilang P)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.