Indosat Catat Lonjakan Trafik Saat Lebaran 2026, AI Jaga Kualitas Jaringan
Cak Sur March 31, 2026 02:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencatat lonjakan trafik data lebih dari 20 persen selama periode mudik Lebaran 2026, dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini, sejalan dengan proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital yang memperkirakan trafik telekomunikasi nasional meningkat hingga 40 persen selama Ramadan dan Idulfitri.

“Puncak lonjakan berasal dari Jakarta menuju Jawa Barat (lebih dari 22 persen) dan Jawa Tengah (lebih dari 37 persen). Mencerminkan tingginya kebutuhan konektivitas jutaan pelanggan Indosat yang bergerak selama Lebaran 2026,” kata Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat, Selasa (31/3/2026).

Selain itu, kualitas layanan juga meningkat dengan penurunan downtime hingga 20 persen selama periode Lebaran.

Jaringan Tetap Stabil di Tengah Lonjakan

Indosat memastikan jaringan tetap andal meski terjadi lonjakan trafik. Perusahaan mengoptimalkan jaringan berbasis AI di 77 jalur mudik.

  • 36 ruas tol
  • 31 jalur non-tol
  • 10 jalur kereta api
  • Total panjang sekitar 8.121 km
  • 797 titik strategis

Pemantauan dilakukan 24 jam oleh lebih dari 2.500 engineer di 46 kantor cabang dan 16 posko siaga.

“Periode mudik dan arus balik Lebaran merupakan ujian sesungguhnya bagi ketangguhan jaringan kami,” ujar Desmond.

Malang Tertinggi di Jawa Timur

Di Jawa Timur, Malang mencatat kenaikan trafik tertinggi sebesar 45,74 persen (120 TB).

  • Kediri: 56,61 persen (118 TB)
  • Lamongan: 60,01 persen (103 TB)

Secara total, trafik Jawa Timur naik 28,5 persen dibanding hari biasa.

“Hal ini menjadi motivasi kami untuk terus menghadirkan pengalaman #LebihBaikIndosat,” kata Fahd Yudhanegoro, Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison.

Menurutnya, peningkatan trafik yang tinggi di Regional Jawa Timur menjadi salah satu bukti dari keberhasilan mereka dalam menghadirkan jaringan andal di berbagai lokasi prioritas dan jalur mudik.

AI Jadi Andalan

Indosat tidak sekadar merespons lonjakan, melainkan mengantisipasinya. Sebagai AI-TechCo, Indosat memanfaatkan teknologi AI untuk memantau trafik jaringan secara real-time, memprediksi potensi kepadatan, dan mengoptimalkan kapasitas secara otomatis sebelum pelanggan merasakannya.

Pendekatan ini memungkinkan jaringan 4G dan 5G Indosat bekerja secara sinergis, dengan 4G tetap menjadi baseline layanan yang stabil, sementara 5G hadir untuk mengcover lonjakan trafik di titik-titik kritis.

  • Monitoring jaringan real-time
  • Prediksi kepadatan trafik
  • Optimasi kapasitas otomatis

Sistem AI Indosat mampu mengidentifikasi potensi kepadatan trafik hingga lebih dari 60 persen ebih cepat, memungkinkan penyesuaian kapasitas jaringan dilakukan secara proaktif di 77 titik strategis selama periode mudik. Fokus utama: jalur mudik, rest area, stasiun dan destinasi wisata, di mana jutaan orang berkumpul dan membutuhkan koneksi terbaik.

Didukung Infrastruktur:

  • Upgrade 7.000 site
  • 1.600 site baru
  • 75 MBTS
  • 55.000 site aktif
  • 2.500 engineer siaga

“Bagi Indosat, periode mudik ini bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang kepercayaan dan keyakinan yang diberikan pelanggan kepada kami di momen-momen yang paling berarti. Kami merasa terdorong oleh jutaan pelanggan yang mengandalkan jaringan kami sepanjang masa mudik. Hal ini mencerminkan transformasi berkelanjutan Indosat sebagai AI-TechCo, seiring kami terus berinvestasi dalam memperkuat kualitas dan keandalan jaringan di seluruh Indonesia," pungkas  Desmond.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.