SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Sebagian besar petani di Kecamatan Rantau Panjang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) merasa was-was karena sawah mereka terancam gagal panen.
Menurut petani, sudah satu bulan lebih daerah Kecamatan Rantau Panjang tak diguyur hujan.
Di Desa Sungai Rotan misalnya, 90 hektar lahan sawah kering kerontang.
"Jadwalnya Agustus nanti panen. Tapi dengan kondisi sekarang, terancam gagal panen," kata salah seorang petani bernama Sangkut, Selasa (31/3/2026).
Kecamatan Rantau Panjang terdiri dari 12 desa yang terdapat ribuan hektar lahan sawah.
Menurut Sangkut, informasi dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Rantau Panjang, ada 2.556 hektar lahan terdampak kemarau di kecamatan tersebut.
"Artinya untuk saat ini, ribuan hektar itu tidak bisa digarap dan padi yang sudah ditanam, bakal gagal panen," ujar Sangkut.
Petani seperti Sangkut berharap ada solusi untuk mengatasi kekeringan ini.
Diketahui bahwa Kecamatan Rantau Panjang termasuk daerah yang dialiri Sungai Ogan.
Dengan sumber air berlimpah, petani kesulitan mengakses air karena tak ada mesin pompa yang memadai.
"Sawah di Sungai Rotan ini berjarak sekitar 500 meter dari sungai. Tinggal bagaimana caranya ada instalasi atau mesin penyalur air dari sungai ke sawah. Kalau pakai mesin pompa biasa kan tidak mungkin," tutur Sangkut.
Masalah kekeringan ini sebelumnya telah dibahas oleh DPRD Ogan Ilir pada Senin (30/3/2026) lalu.
DPRD meminta Pemkab Ogan Ilir segera mengambil langkah agar sawah di Rantau Panjang terhindar dari gagal panen.
Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengatasi masalah tersebut.
"Nanti kita bahas bersama OPD terkait soal apa yang disampaikan pada Rapat Paripurna," kata Ardani.