TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Banyak peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang sempat dinonaktifkan oleh pemerintah, hingga kini masih belum berani kembali berobat.
Mereka mengaku kepesertaannya belum aktif kembali, sehingga khawatir tidak mendapatkan pelayanan saat berobat ke fasilitas kesehatan.
Kondisi tersebut dialami Hamidah, seorang peserta PBI yang mengaku sudah lama tidak melakukan kontrol rutin akibat status kepesertaannya yang belum aktif. Ia biasanya rutin memeriksakan kesehatannya setiap bulan sesuai anjuran dokter.
Hamidah diketahui memiliki sejumlah penyakit kronis seperti diabetes dan kolesterol, yang mengharuskannya menjalani pemeriksaan berkala.
Namun sejak kepesertaannya dihentikan, ia tidak lagi mendapatkan layanan kesehatan seperti sebelumnya.
"Biasanya setiap bulan kontrol dan dapat obat, sekarang tidak lagi sejak kepesertaan dihentikan,"ujar Hamidah.
Ia mengaku tidak berani berobat menggunakan jalur mandiri karena biaya yang cukup besar. Kondisi ekonomi menjadi alasan utama dirinya menunda pengobatan yang seharusnya rutin dilakukan.
Baca juga: Heboh Isu BBM Naik Malam Ini Pukul 00.00 WIB, Bahlil: InsyaAllah, Tunggu Tanggal Mainnya
Baca juga: KRONOLOGI Anggota Manggala Agni Siak Gugur Saat Bertugas Memadamkan Karhutla
"Mau berobat jalur mandiri tidak mampu, kan besar biayanya itu,"tambahnya.
Hamidah juga mengaku belum mendapatkan informasi terkait rencana pemerintah yang akan kembali menanggung biaya berobat bagi peserta PBI yang sebelumnya dinonaktifkan.
Bahkan, saat mencoba berobat ke puskesmas, dirinya tidak mendapatkan pelayanan karena status kepesertaannya masih belum aktif.
Hal ini semakin membuatnya memilih bertahan tanpa pengobatan medis.
Untuk sementara waktu, Hamidah hanya mengandalkan pengobatan herbal dari tanaman yang ada di rumahnya, seperti jahe, kunyit, bawang putih, hingga sambiloto.
Kondisi serupa juga dialami peserta PBI lainnya di Pekanbaru, seperti nenek Surti. Ia mengaku hingga kini belum mendapatkan solusi setelah kepesertaannya dihentikan, dan belum kembali menjalani kontrol rutin ke rumah sakit.
Seperti Hamidah, Surti kini beralih menggunakan pengobatan herbal berdasarkan rekomendasi dari tetangga dan kerabatnya, sambil berharap kepesertaan PBI dapat segera diaktifkan kembali agar bisa mendapatkan layanan kesehatan secara layak.(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)