Pesan Terakhir Sertu Ichwan Sebelum Gugur di Lebanon: Terima Kasih Sudah Menjadi Istri dan Ibu Baik
Sinta Darmastri March 31, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Gurat duka mendalam menyelimuti sebuah rumah di Dusun Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Hanadita Anjani (26), hanya bisa mengenang kepulangan singkat suaminya, Sertu Muhammad Nur Ichwan, pada Agustus 2025 silam. Itulah momen terakhir kali sang prajurit menginjakkan kaki di tanah kelahirannya demi mendampingi persalinan buah hati pertama mereka.

Sejak mengemban misi perdamaian bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada April 2025, Sertu Ichwan memang jarang pulang. Tugas negara di Lebanon menuntut dedikasi penuh darinya sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S.

“Pulang terakhir Agustus 2025, saat saya melahirkan anak pertama kami,” ucap Anjani pelan di rumah duka, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Telepon Terakhir Praka Farizal Sebelum Gugur di Lebanon, Komunikasi dengan Ayah Tiba-tiba Terputus

Firasat Lewat Pesan Panjang

Tak ada yang menyangka jika komunikasi pada Minggu malam akan menjadi percakapan terakhir. Sebelum berangkat menjalankan misi evakuasi berbahaya, prajurit kelahiran Mei 2000 ini sempat mengirimkan pesan yang terasa seperti sebuah pamitan mendalam bagi Anjani.

“Malam sebelumnya, sempat kirim pesan panjang ucapan terima kasih menjadi istri, menjadi ibu,” kenangnya.

Nahas, pada Senin (30/3/2026), Sertu Ichwan dilaporkan gugur setelah kendaraan yang ditumpanginya terkena ranjau. Saat itu, ia tengah berupaya menyelamatkan korban serangan militer Israel di wilayah Lebanon Selatan. Bagi Anjani, kabar pahit ini terasa kian menyesakkan mengingat sang suami dijadwalkan segera mengakhiri masa tugasnya.

“Harusnya bulan Mei ini pulang, kumpul sama istri dan anak,” cetusnya.

Baca juga: Sosok Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Perwira Tempur Darat Gugur di Lebanon, Kena Serangan Israel

Gugur dalam Tugas Kemanusiaan

Sertu Ichwan bukanlah satu-satunya korban. Markas Besar TNI mengonfirmasi bahwa Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar juga gugur dalam insiden yang sama. Sementara itu, dua prajurit lainnya, Sulthan Wirdean Maulana dan Deni Rianto, kini tengah berjuang pulih di Rumah Sakit St. George, Beirut.

Kapuspen TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini terjadi di tengah memanasnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah. Dentuman ledakan yang mengenai kendaraan TNI tersebut menjadi bukti nyata besarnya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian di lapangan.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” terang Aulia.

Kini, Sertu Ichwan telah menyelesaikan tugasnya di dunia. Ia pulang ke Indonesia bukan untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-26 pada Mei mendatang, melainkan sebagai pahlawan yang gugur demi misi kemanusiaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.