SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Jawa Timur (Jatim) masih mengkaji kemungkinan penerapan Work From Home (WFH) seperti yang diwacanakan pemerintah pusat.
Namun, Pemkot Surabaya memilih menerapkan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Baca juga: ASN Surabaya Bakal Wajib Naik Transportasi Umum Lagi, Ini Alasannya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa konsep kerja ASN di Surabaya bukan WFH, melainkan WFA yang sudah berjalan sejak 2024.
“Kalau Pemkot Surabaya itu tidak ada WFH, dulu-dulu yang ada WFA. Jadi di mana? Pegawai Pemerintah Kota Surabaya dari dulu tidak pernah hanya di kantor, tapi kantornya ada di Balai RW,” kata pria yang akrab disapa Cak Eri itu, Senin (30/3/2026).
Melalui sistem ini, ASN tidak harus bekerja setiap hari di Balai Kota. Mereka dapat memberikan layanan langsung dari Balai RW yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurut Cak Eri, pendekatan ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Warga tidak perlu datang jauh ke kantor pemerintah untuk mengurus administrasi maupun layanan kesehatan.
Ia menegaskan, secara administratif kantor tetap berada di Balai Kota, namun pelayanan dilakukan lebih dekat ke masyarakat.
“Jadi kantornya di mana? Di pemerintah kota, di balai kota, tapi ngantornya, kerjanya di Balai RW,” tegasnya.
Cak Eri menilai, konsep WFA yang diterapkan Surabaya sejalan dengan upaya efisiensi energi dan anggaran yang saat ini menjadi fokus pemerintah pusat.
Dengan WFA, ASN tidak harus melakukan perjalanan ke kantor pusat setiap hari. Hal ini dinilai dapat mengurangi penggunaan bahan bakar, listrik, hingga biaya operasional lainnya.
Sementara itu, terkait wacana WFH dari pemerintah pusat, Pemkot Surabaya masih menunggu arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
“Soal WFH kami tunggu ya, arahan dari Pak Presiden,” ujar Cak Eri.
Menurutnya, fleksibilitas kerja bukan berarti mengurangi pelayanan. Justru, WFA membuat pemerintah lebih dekat dengan masyarakat dan mempercepat penyelesaian masalah di lapangan.