3 Kabupaten di Jateng Berstatus KLB Campak, Ini Data Rincinya
deni setiawan March 31, 2026 08:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Dinkes Jateng menyebut ada tiga kabupaten dalam status menghadapi kejadian luar biasa (KLB) kasus campak.

Ketiga kabupaten itu adalah Kabupaten Cilacap, Klaten, dan Pati.

Meskipun ketiga daerah tersebut belum resmi menyebut KLB, namun Dinkes Jateng mengklaim sudah memasuki kriteria KLB campak.

Selain KLB, ada dua kabupaten memasuki kriteria suspek, yakni Kabupaten Brebes dan Kudus.

Baca juga: Kasus AJN Ngaku Ajudan Gubernur Lakukan Percobaan Pemerkosaan di Hotel Semarang, Ini Updatenya

• Plt Bupati Cilacap Tolak Usulan Gubernur: Tidak Akan Bersepeda ke Kantor untuk Hemat Energi

Sesuai data Dinkes jateng, total saat ini ada 1.400 kasus campak tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. 

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Kepala Dinkes Jateng, Yunita Dyah Suminar mengupayakan pelacakan kasus dan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak dengan melakukan imunisasi secara masif di wilayahnya.

Kendati ketiga daerah belum menetapkan situasi KLB, namun dia menyebut secara indikasi medis disebut telah memasuki kriteria KLB.

“1.400 kasus campak tersebar di 35 kabupaten/kota. Secara kriteria medis memenuhi indikasi KLB kalau sudah ada positif dua imunoglobulin Measles (IgM), dua pasien campak dalam satu rumah,” ungkap Yunita, Selasa (31/3/2026).

Dia memastikan hingga sekarang tidak ada kasus pasien meninggal akibat campak di Jawa Tengah.

Dinkes Jateng menyoroti pentingnya penanganan gejala campak seperti panas atau demam.

Kemudian upaya imunisasi campak yang lebih digencarkan untuk mencegah penyebaran.

“Yang penting ini gejala-gejalanya yang di yang ditangani. Misalnya panas, anti-panas."

"Bukan obat seperti penyakit yang disebabkan oleh virus seperti Covid-19. Yang bahaya kalau pneumonia ada gangguan di saluran napas, jadi sesak."

"Jadi yang yang utama justru pencegahannya sekarang. Pastikan anak semua diimunisasi,” ungkapnya.

Baca juga: Ini Deretan Kendaraan Hasil TPPU Penipuan Berkedok Investasi di Semarang, Blokir 32 Rekening

• Mahasiswi Unissula Semarang Korban Kekerasan Seksual Senior Tambah 4 Orang

Orang Dewasa Juga Bisa Kena Campak

Yunita menambahkan, angka imunisasi di Jawa Tengah pada 2026 telah mencapai 100 persen atau melebihi target. 

Namun dia menyebut selama pandemi Covid-19, banyak anak yang belum mendapat imunisasi sehingga mereka rentan mengalami campak. 

“Saat pandemi Covid-19 banyak yang tidak terimunisasi. Dampaknya mungkin sekarang-sekarang ini."

"Karena campak tidak menyerang anak-anak, orang dewasa bisa kena juga,” imbuhnya.

Dinkes Jateng mengimbau pemerintah di kabupaten/kota lebih gencar melakukan deteksi pasien campak serta memperluas cakupan imunisasi.

Menurut Yunita, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan penyebaran campak di titik-titik rawan atau berisiko sehingga upaya penanganan tidak perlu menunggu penetapan KLB.

“Jadi, prinsipnya semuanya sama. Kewaspadaannya yang ditingkatkan."

"Kalau menyebarnya kan bisa di sekolah, di tempat-tempat seperti kumpulan keluarga,” tuturnya. (*)

Sumber Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.