...kita ingin gim buatan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu unjuk gigi di kancah global
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menjaring aspirasi langsung dari para pengembang, investor, dan praktisi guna mengevaluasi serta memperkuat kebijakan industri gim di Tanah Air.
Dalam gelaran Public Hearing Ekosistem Gim Nasional bertajuk "Penguatan dalam Perspektif Praktisi dan Pengusaha Industri Gim" di Jakarta, Selasa, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison menyampaikan apresiasinya terhadap pertumbuhan subsektor gim yang kian melesat.
Berdasarkan data tahun 2025, nilai ekspor pengembang gim Indonesia telah menembus angka 60,8 juta dolar AS, menjadikannya penyumbang ekspor terbesar keempat setelah subsektor fesyen, kriya, dan kuliner.
Namun, Leontinus menekankan perlunya transparansi dalam melihat realitas lapangan, di mana pangsa pasar gim lokal di negeri sendiri saat ini masih berada di kisaran 1 persen, sementara pasar domestik didominasi oleh produk impor.
"Pemerintah tidak tinggal diam dan telah mendorong percepatan lewat Perpres Nomor 19 Tahun 2024. Semangatnya jelas, kita ingin gim buatan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu unjuk gigi di kancah global," ujar Leontinus.
Ia menegaskan bahwa partisipasi publik yang bermakna adalah kunci dalam proses pembuatan kebijakan. Menurutnya, pemerintah menyadari bahwa implementasi regulasi di lapangan sering kali menghadapi tantangan struktural yang mungkin belum terakomodasi secara sempurna oleh birokrasi.
Melalui forum tersebut, pemerintah sengaja memposisikan diri sebagai pendengar untuk menyerap seluruh masukan, mulai dari kendala pendanaan hingga dominasi publisher asing.
Leontinus menambahkan bahwa masukan riil dari praktisi sangat krusial agar ekosistem yang terbentuk sesuai dengan kebutuhan nyata, bukan sekadar asumsi di atas meja birokrasi.
Hasil dari diskusi tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi langkah konkret yang diharapkan dapat menjadi game changer bagi industri gim nasional.
Senada dengan hal tersebut, CEO Toge Kris Antoni Hadiputra Productions mengapresiasi inisiatif Kemenko PM yang membuka ruang dialog terbuka bagi para praktisi.
Pihaknya menghargai langkah Kemenko PM yang mau turun langsung mendengar suara dari bawah. Menurutnya, forum seperti itu memberikan harapan baru bahwa kebijakan ke depan akan lebih 'nyambung' dengan apa yang dihadapi di studio setiap harinya.
"Ini adalah langkah awal yang sangat positif untuk membawa gim lokal naik level. Semoga tidak hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri, tapi dari acara ini bisa muncul langkah yang nyata," ujar Kris.





