Jakarta (ANTARA) - Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Pesing, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat mengular pada Selasa sore, meski pemerintah sudah memastikan tak ada rencana kenaikan komoditas itu pada 1 April 2026.
Tampak di lokasi pada pukul 17.26 WIB, antrean kendaraan, terutama roda empat memanjang hingga ke badan jalan.
Bahkan, antrean roda empat membentuk hingga tiga baris menuju selang pengisian.
Kondisi itu membuat lalu lintas di depan SPBU macet cukup parah. Kendaraan-kendaraan yang melintas pun bersahutan membunyikan klakson.
Kemacetan itu juga diperparah karena kendaraan roda empat yang keluar dari area SPBU usai mengisi bahan bakar.
Masdayat (42), seorang sopir truk, mengaku telah mencari bahan bakar dari arah Kalideres.
Namun, sepanjang Jalan Daan Mogot ke arah Pesing, semua SPBU yang dilewatinya penuh dengan antrean kendaraan.
"Dari Kalideres, udah nyisir sampai akhirnya ngisi (bahan bakar) di sini (SPBU Pertamina Pesing)," kata Masdayat.
Ia mengaku mendengar isu bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan terjadi pada 1 April 2026.
Hal itu membuatnya menyisir SPBU dari arah Kalideres ke Pesing demi memenuhi tangki bahan bakarnya, sebelum harganya naik.
"Dengar-dengar dari teman-teman bakal naik harganya," kata Masdayat.
Ia bersama kernetnya telah mengantre selama sekitar satu jam di SPBU Pesing. Di depannya, masih ada sejumlah roda empat yang sudah lebih lama mengantre.
Sementara itu, Rinto (47) seorang pedagang cilok di depan SPBU mengaku antrean kendaraan telah memadat sejak pukul 13.30 WIB.
"Dibanding sama hari-hari kemarin, lebih padat hari ini," kata Rinto.
Tak naik
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi tidak mengalami kenaikan.
Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," kata Prasetyo.
Pemerintah juga memastikan pastikan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia sehingga masyarakat diminta tidak panik ataupun resah terhadap isu kenaikan harga.
"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian," katanya.
Pemerintah berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus meredam kekhawatiran terkait isu kenaikan harga BBM yang sempat berkembang.





