TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Kamis Putih 2 April 2026.
Tema renungan Katolik Kamis Putih “Ulos Kasih pada Kamis Putih”.
Renungan Katolik Kamis Putih untuk hari Kamis dalam pekan suci atau Kamis Putih, pesta Santo Fransiskus dari Paula, Pertapa, Santa Theodosia, Perawan dan Martir, Santa Maria dari Mesir, pengaku iman, dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 2 April 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Teks Misa Jumat Agung 3 April 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
“Aku bersukaria di dalam Tuhan.”
Kata nabi, Roh Tuhan ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati,
untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar.
Tetapi kamu akan disebut imam Tuhan dan akan dinamai pelayan Allah kita. Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.
Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 89:21-22.25.27
Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudusMaka tangan-Ku tetap menyertai dia bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia,dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau,Allahku dan gunung keselamatanku.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Kamis 2 April 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Bacaan Kedua: Wahyu 1:5-8
“Ia yang berkuasa atas raja-raja di bumi telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah.”
Yesus Kristus adalah saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Dia mengasihi kita, dan berkat darah-Nya Ia telah melepaskan kita dari dosa kita.
Dia telah membuat kita menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya. Bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan, dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia.
Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, Amin! “Aku adalah Alfa dan Omega,” firman Tuhan Allah, “yang kini ada, yang dulu sudah ada, dan yang akan tetap ada, Yang Mahakuasa.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil Yes 61:1
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Ia telah mengurapi Aku.
Bacaan Injil Lukas 4:16-21
“Aku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.”
Sekali peristiwa datanglah Yesus ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin;
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Ulos Kasih pada Kamis Putih”
Dalam kultur suku Batak, Sumatra Utara, seorang tamu yang dihormati akan menerima ulos dari para tetua adat di situ. Telisik punya telisik, ini bukan hanya sekadar menyambut tamu, tetapi lebih dari itu–ungkapan kasih sayang dan sambutan bagi tamu agar merasakan kehangatan sebagai keluarga di tanah Batak. Ulos sendiri sebenarnya bermakna selimut, yang memberikan kehangatan sebagai salah satu unsur penting dalam kehidupan orang Batak, selain api dan matahari yang juga memberikan kehangatan.
Merenungkan bacaan-bacaan pada Kamis Putih yang mengawali Tri Hari Suci ini, kehangatan itu hadir dari kasih Yesus yang begitu besar kepada kita: mulai dari perjamuan dengan kata-kata institusi pemberian tubuh dan darah-Nya, yang kemudian kita rayakan sampai hari ini dalam Ekaristi, dan peristiwa pembasuhan kaki yang sangat melegenda. Kasih Yesus melingkupi komunitas para murid, menghangatkan dan membuat mereka merasakan bahwa komunitas ini adalah komunitas yang satu dalam kasih.
Menariknya, Petrus sempat menolak untuk dibasuh. Baginya, tidak patut seorang guru dan tuan merendahkan diri dengan membasuh kaki para murid. Namun, Yesus berkata, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku.” Dalam bahasa Yunani, mendapat bagian adalah mepos, terpisah sendirian, tidak menjadi bagian dari keseluruhan. Hanya orang-orang yang telah merasakan kehangatan kasih Tuhan yang dapat sungguh mewartakan kasih itu kepada sesama.
Semoga perayaan Kamis Putih ini mengingatkan kita kembali pada kehangatan kasih Tuhan yang telah menyatukan, melingkupi, dan mendorong kita untuk mewartakan kehangatan kasih itu kepada semakin banyak orang, seperti halnya nama Kamis Putih sendiri: Maundy Thursday, Kamis yang berisi mandat (mandatum, perintah) untuk saling mengasihi; menjadi satu bagian dalam Kristus dan kemanusiaan, tidak ada yang terabaikan.
Ya Yesus, kami bersyukur karena Engkau telah mengasihi kami dan menjadi teladan kami dalam mengasihi sesama. Mampukanlah kami untuk saling melayani, mulai dari keluarga dan komunitas kami masing-masing. Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).