Pemerintah Jepang coba untuk menyebarkan wisatawan mancanegara yang datang Jepang untuk berkunjung ke destinasi berbeda, salah satunya ke taman nasional.
Melalui Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, mereka menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke taman nasional mencapai 14 juta orang per tahun pada 2030. Angka ini naik sekitar 1,4 kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Kebijakan tersebut akan dituangkan dalam pedoman proyek optimalisasi taman nasional. Melansir , Rabu (1/4/2026) program itu difokuskan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun asing, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat daya tarik destinasi.
Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mencatat, sebanyak 9,88 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke taman nasional pada 2025. Jumlah itu meningkat sekitar 1,5 kali lipat dibandingkan 2019 dan telah kembali ke level sebelum pandemi.
Peningkatan target itu juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Jepang yang membidik total kunjungan wisatawan mancanegara ke Jepang mencapai 60 juta orang per tahun pada 2030. Meski tren kunjungan meningkat, sejumlah kendala masih dihadapi.
Keterbatasan akses transportasi dari stasiun terdekat menuju taman nasional serta minimnya layanan informasi dalam berbagai bahasa. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang akan mendorong kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan organisasi terkait guna meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan.
Upaya tersebut mencakup penyediaan informasi yang lebih praktis serta pengembangan akomodasi yang menarik. Selain jumlah kunjungan, Pemerintah Jepang juga menargetkan peningkatan tingkat kepuasan wisatawan.
Persentase pengunjung yang bersedia merekomendasikan taman nasional ditargetkan mencapai 90% pada 2030, naik dari 78% pada 2025. Di sisi lain, rata-rata pengeluaran wisatawan di kawasan taman nasional ditargetkan meningkat menjadi 300.000 yen (Rp 32 juta) dari sebelumnya 263.000 yen (Rp 28 juta).





