Tabiat Kapten Zulmi Aditya yang Gugur di Lebanon, Kebanggaan Keluarga dan Tetangga di Cimahi
Arum Puspita April 01, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Kabar meninggalnya Kapten Zulmi Aditya Iskandar dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan, menyimpan duka mendalam bagi orang terdekat.

Keluarga tak menyangka sosok saleh, penurut, dan menjadi kebanggaan keluarga ini telah tiada. 

Tak hanya keluarga, tetangga di Cimahi, Jawa Barat, pun merasakan hal yang sama.

Bagaimana sosok Kapten Zulmi?

Di mata keluarga, Zulmi dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan religius.

Hal itu disaksikan keluarga yang melihat bagaimana tumbuh kembang Zulmi sedari kecil.

Kakak sepupunya, Risman Efendi, mengatakan almarhum merupakan sosok anak dan adik yang selalu menjadi kebanggaan keluarga.

"Ya dia sosok adik dan anak yang sampai detik terakhirnya sangat jadi kebanggaan kami di keluarga ya."

Baca juga: Detik-detik Kapten Zulmi Aditya Iskandar Gugur saat Evakuasi Jenazah Praka Farizal di Lebanon

GUGUR - (kiri) Ucapan bela sungkawa atas gugurnya Kapten Zulmi Aditya Iskandar di Lebanon, Senin (30/3/2026)
(kanan) Pihak keluarga menunjukkan foto Kapten Zulmi saat bertugas menjalankan misi perdamaian PBB di wilayah UNIFIL
GUGUR - (kiri) Ucapan bela sungkawa atas gugurnya Kapten Zulmi Aditya Iskandar di Lebanon, Senin (30/3/2026) (kanan) Pihak keluarga menunjukkan foto Kapten Zulmi saat bertugas menjalankan misi perdamaian PBB di wilayah UNIFIL (istimewa/Kompas/BAGUS PUJI PANUNTUN)

"Dia ini memang saleh, selalu bicara soal agama. Makanya, kami sangat kehilangan," ucap Risman di rumah duka, Rabu (1/4/2026), dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com.

Zulmi menempuh pendidikan dasar di Kota Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 2 Cimahi dan SMAN 3 Cimahi.

Setelah lulus sekolah menengah atas, ia mendaftar Akademi Militer dan langsung lolos pada percobaan pertama.

"Mungkin karena orang tuanya TNI, kemudian kakaknya juga di AU, dia lalu termotivasi daftar TNI." 

"Dia Akmil 2015, sejak awal dinas di Kopassus Grup 2/Para Komando, dinas di Lebanon baru kali ini," kata Risman.

Selama bertugas sebagai bagian dari Satgas TNI Konga XXIII-S UNIFIL sejak sekitar satu tahun terakhir, Zulmi disebut selalu menyempatkan diri mengabari keluarga di rumah.

"Terakhir kirim foto sama rekannya di sana. Ya kalau komunikasi dia tanya keluarga di sini bagaimana, terus selalu minta didoakan sama keluarga,” tutur Risman.

"Dia enggak pernah mengeluh, melaksanakan tugasnya dengan baik, mungkin dia enggak cerita sepenuhnya bagaimana kondisi dia di sana," ucap Risman.

Baca juga: Rekam Jejak Kapten Zulmi Aditya Iskandar Perwira TNI yang Gugur di Lebanon, Mengabdi di Kopassus

Di Mata Keluarga

Sementara di mata warga setempat, Kapten Zulmi kenal sebagai sosok yang baik.

"Ya dia terkenal baik di sini, saleh, enggak macem-macem, pintar juga anaknya. Ya kami sebagai tetangga tentunya sangat kehilangan," sebut Ketua RT setempat, Rusmin.

Sebagai orang yang harus dekat dengan warga, Rusmin mengenal betul bagaimana Zulmi menjadi kebanggaan akan terlibat di misi kemanusiaan baik di keluarga maupun tetangganya.

"Seingat saya di lingkungan ini yang jadi TNI apalagi sampai jadi Satgas PBB itu cuma dari keluarga Pak Iskandar, orangtua Kapten Zulmi," ucap Rusmin.

Kronologi Kapten Zulmi Gugur

Insiden bermula ketika Task Force Bravo (TFB) INDOBATT melaksanakan misi pengawalan logistik sekaligus menjemput jenazah prajurit TNI, Praka Farizal Romadhon, yang gugur di Lebanon.

Saat itu, pasukan TNI mengawal konvoi milik Combat Support Service Unit (CSSU) dari Spanyol yang bergerak dari sektor 7-2 menuju sektor 7-1.

Dalam rangkaian operasi tersebut, dua kendaraan TNI mengawal enam kendaraan logistik, termasuk membawa kotak jenazah untuk evakuasi almarhum Praka Farizal.

Namun, saat melintas di wilayah Bani Hayyan dan hendak berbelok, tiba-tiba terjadi ledakan yang menghantam kendaraan pertama.

Kendaraan tersebut ditumpangi Kapten Inf Zulmi Aditya bersama sejumlah personel lainnya. Ledakan itu menyebabkan kerusakan parah pada kendaraan dan mengakibatkan korban jiwa.

Akibat kejadian tersebut:

  • Kapten Inf Zulmi Aditya gugur di lokasi
  • Sertu Ikhwan turut gugur
  • Kapten Inf Sulthan dan Praka Deni mengalami luka-luka
  • Beberapa prajurit lain di kendaraan kedua juga mengalami luka

Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih diselidiki.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.