BANGKAPOS.COM, BANGKA — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangka kembali meningkat hingga mencapai 53 kasus pada akhir Maret 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibanding bulan sebelumnya atau Februari 2026 yang terdata sebanyak 31.
Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Bangka Belitung menyebut bahwa pada Maret 2026 ini bahkan ada satu orang yang meninggal dunia karena DBD.
"Ada satu orang yang meninggal, dan ini bukan anak-anak melainkan orang dewasa,” kata Boy kepada Bangkapos.com, Rabu (1/4/2026).
Dia menjelaskan, jumlah 53 kasus DBD tersebut terdiri dari 21 kasus di Kecamatan Belinyu, 19 kasus di Kecamatan Sungailiat, 4 kasus kasus di Kecamatan Merawang, 4 kasus di Kecamatan Mendo Barat, Kecamatan Pemali 2 kasus, Kecamatan Bakam 2 kasus dan Kecamatan Puding Besar 1 kasus.
Dengan tingginya kasus DBD ini, Boy menyebut bahwa pihaknya di HAKLI Babel bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka untuk rutin melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) seperti melakukan kegiatan foging.
Lanjut dia, perlu juga dilaksanakan secara rutin penyelidikan epidemiologi (PE) oleh tenaga puskesmas di rumah pasien DBD dan radius 100 meter di sekitarnya.
"Pada radius 100 meter ini nanti di cek dan periksa apakah ada anak dibawah lima tahun yang sakit dan apakah ada tiga rumah jentik nyamuk," jelasnya.
Guna mencegah semakin banyak perkembangbiakan nyamuk DBD, dirinya meminta masyarakat untuk melaksanakan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).
Masyarakat diminta rutin menguras bak mandi seminggu sekali serta menggunakan bubuk abate untuk mencegah perkembangbiakkan nyamuk DBD.
“Kalau tidak pakai abate, ngurasnya minimal seminggu sekali, kalau pakai abate ngurasnya minimal sebulan sekali,” imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)