Jakarta (ANTARA) - Tembok pembatas di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga akibat tekanan tumpukan sampah yang menggunung.
Warga sekitar bernama Jamal (39) mengatakan tembok tersebut roboh sejak Januari 2026. Namun, hingga kini belum ada perbaikan dari pihak berwenang.
"Sudah lama itu robohnya, sepengetahuan saya sudah roboh pas awal Januari tahun ini. Tapi sampai sekarang, ya, udah begini saja, belum dibenerin, makanya masih seperti itu," kata Jamal di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu.
Dia juga mengeluhkan dampak dari penumpukan sampah yang semakin parah, terutama bau menyengat dan banyaknya lalat yang menurutnya dapat mengganggu kesehatan.
"Sampah sedikit aja sudah bau, ini lagi kaya gunungan sampah, dari jauh juga udah bau banget menyengat, terus lalat jadi makin banyak. Kaya begini tidak sehat, tiap hari banyak lalat hijau," ujar Jamal.
Dia pun berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Timur, ataupun pengelola pasar secepatnya mengambil langkah untuk mengangkut sampah secara maksimal serta memperbaiki tembok yang roboh itu.
"Kondisi seperti ini tidak enak dilihat, tidak baik juga. Harus ada pihak pemerintah ataupun pihak pasar yang bertanggung jawab cepat mengurangi gunungan sampah, terus diperbaiki temboknya," ucap Jamal.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Sinta (32). Ia menyoroti tingginya aktivitas warga di sekitar lokasi, terutama di jalan setapak yang berada dekat dengan tembok roboh tersebut.
"Bukan hanya jadi jalan pintas warga, lapangan di situ juga sering dipakai anak-anak bermain. Jadi, kami khawatir kalau tiba-tiba ambruk lagi, apalagi sampahnya terus menumpuk," tutur Sinta.
Menurut dia, volume sampah di TPS tersebut terus meningkat dan belum menunjukkan penurunan sejak sebelum bulan puasa.
Dia mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memperparah kerusakan dan membahayakan keselamatan warga.
"Volume sampah makin tinggi dan belum ada penurunan sejak sebelum puasa. Kami takut tekanan sampah membuat tembok semakin roboh, kesehatan semakin terganggu, akhirnya aktivitas jadi terhambat," ungkap Sinta.
Lebih lanjut, dia mendesak adanya penanganan cepat, baik dalam pengangkutan sampah maupun perbaikan infrastruktur di sekitar TPS, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tembok yang roboh itu berada tepat di belakang tumpukan sampah yang menggunung hingga setinggi kurang lebih enam meter.
Material beton serta tiang penyangga tembok itu terlihat ambruk dan sebagian masuk ke dalam saluran air di bagian bawah.
Tak hanya itu, sampah berupa sisa sayuran dan buah-buahan dari TPS juga tampak terbawa hingga ke dalam saluran air sehingga berpotensi menyumbat aliran dan memperparah kondisi lingkungan.
Area di belakang TPS tersebut diketahui merupakan lahan kosong yang dimanfaatkan warga sekaligus sebagai tempat bermain anak-anak. Jalan setapak di dekat gunungan sampah tersebut juga menjadi akses warga sehari-hari.
Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur Julius Monangta memastikan pihaknya terus memberikan bantuan armada dan personel kebersihan untuk menjaga kondisi pasar tetap bersih dan tertata.
Sebanyak 13 truk Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur dikerahkan untuk mengangkut sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (30/3).
"Jadi, memang itu fasilitas publik. Kita pasti mendukung fasilitas publik untuk tetap bersih dan nyaman," kata Monang di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3).
Dia pun menegaskan bantuan dari Sudin LH Jakarta Timur tidak dibatasi waktu tertentu, melainkan akan terus dilakukan hingga kondisi sampah di lokasi tersebut benar-benar tertangani dengan baik.
Selain itu, Monang juga memastikan upaya penanganan terus dilakukan secara maksimal dengan target akhir sampah di Pasar Induk Kramat Jati dibersihkan seluruhnya.
Seperti diketahui, upaya pengangkutan tumpukan sampah setinggi enam meter yang sudah berlangsung selama empat hari sejak Jumat (27/3) di Pasar Induk Kramat Jati hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan.





