Dua Suspek Campak Muncul di Bengkulu Tengah Usai Idulfitri 2026
Ricky Jenihansen April 01, 2026 03:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah mengungkapkan adanya dua kasus suspek campak yang muncul setelah perayaan Idulfitri 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah, Barti Hasibuan, mengatakan temuan tersebut sejalan dengan adanya peningkatan kasus campak di sejumlah wilayah di Indonesia berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan.

“Memang ada informasi peningkatan kasus campak secara nasional pasca Lebaran. Untuk Bengkulu Tengah sendiri, bulan ini ada dua kasus suspek campak dari Puskesmas Sri Kuncoro,” kata Barti saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, kedua kasus tersebut saat ini masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah benar merupakan penyakit campak.

“Sudah kita ambil sampel darahnya, dikirim ke provinsi dan selanjutnya ke pusat untuk dikonfirmasi. Kita masih menunggu hasilnya apakah positif campak atau tidak,” jelasnya.

Baru Dua Kasus Terpantau

Barti menegaskan, hingga saat ini hanya dua kasus tersebut yang terpantau melalui sistem surveilans kesehatan puskesmas.

“Dari alert surveilans puskesmas, baru dua kasus itu yang terdata sebagai suspek campak pasca Lebaran ini,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya berharap jumlah tersebut tidak bertambah.

“Mudah-mudahan hanya dua itu saja,” tambahnya.

Sebelumnya Mayoritas Negatif

Ia juga menyebutkan, pada bulan-bulan sebelumnya memang sempat ada laporan suspek campak.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, hasilnya sebagian besar bukan campak.

“Untuk sebelumnya ada juga yang ternotifikasi suspek campak, tapi hasil pemeriksaan dari pusat rata-rata negatif,” ungkap Barti.

Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan

Dengan adanya temuan ini, Dinkes Bengkulu Tengah meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan terhadap potensi penyebaran penyakit menular tersebut.

Masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, ruam kulit, batuk, atau pilek, guna mencegah penularan lebih luas.

Dinkes memastikan akan terus memantau perkembangan kasus sambil menunggu hasil laboratorium sebagai penentu status kedua pasien tersebut.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.