Unggahan Istri Praka Farizal Rhomadhon TNI yang Gugur di Lebanon, Ungkap Suami Wafat saat Salat Isya
Galuh Palupi April 01, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Istri Praka Farizal Rhomadhon, Azila, ungkap rasa duka cita atas insiden yang membuat suaminya gugur ketika bertugas di Lebanon.

Praka Farizal Rhomadhon gugur ketika  sebuah proyektil meledak dan menghantam markas pasukan perdamaian batalion Indonesia di kota Adchit al Qusayr.

Kota tersebut terletak di dekat perbatasan selatan Lebanon dan Israel, tempat pasukan Israel telah bertempur melawan Hizbullah selama hampir sebulan. 

Melalui akun Instagram bernama @azilaaaaa_, Azila menulis unggahan pilu soal berpulangnya sang suami.

Dalam unggahan itu, Azila bercerita bahwa Praka Farizal meninggal dunia ketika sedang melaksanakan salat Isya.

TNI GUGUR DI LEBANON - Kolase potret unggahan istri Praka Farizal Rhomadhon, TNI yang gugur di Lebanon (Instagram/@azilaaaaa_)

"Assalamualaikum wr wb

Baca juga: Israel Enggan Disalahkan, Sumber Keamanan PBB Justru Temukan Bukti IDF Penyebab TNI Gugur di Lebanon

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Telah berpulang ke Rahmatullah suami saya tercinta, ayah dari anak kami, alm. Farizal Rhomadhon.

Insya Allah suami kami syahid, suami saya meninggal di saat melaksanakan salat Isya.

Saya bersaksi bahwa suami saya orang yang sangat baik, beliau orang terpilih menjadi syuhada.

Saya mewakili suami saya, apabila ada kesalahan yang disengaja maupun tidak sengaja saya mohon maaf lahir dan batin.

Mohon doanya untuk suami saya, alm. Farizal Rhomadhon Al Fatihah," tulis Azila.

Unggahan itu langsung dibanjiri ucapan duka cita, termasuk dari netizen luar negeri yang turut bersimpati atas apa yang menimpa Praka Farizal.

Temuan Penyelidikan PBB

Israel sudah merilis tanggapan terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon.

Dalam pernyataannya, Israel enggan disalahkan dalam insiden tersebut, IDF justru menuding Hizbullah sebagai dalang atas serangan yang menewaskan kontingen Indonesia itu.

Namun bantahan dari Israel ini tidak sejalan dengan kesaksian seorang sumber keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sumber tersebut mengungkap temuan ketika pasukan PBB menyelidiki di lapangan.

TNI GUGUR DI LEBANON - Kolase potret UNIFIL dan kontingen Indonesia di Pasukan Perdamaian PBB
TNI GUGUR DI LEBANON - Kolase potret UNIFIL dan kontingen Indonesia di Pasukan Perdamaian PBB (Instagram/@unifil_official/@kongaunifil2020)

Sebelumnya, pasukan penjaga perdamaian itu gugur pada Minggu (30/3/2026) malam ketika sebuah proyektil yang tidak diketahui asalnya meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit al Qusayr.

Sumber PBB yang tidak mau disebutkan identitasnya menyatakan bahwa penyelidikan menunjukkan tembakan berasal dari tank milik Israel.

Baca juga: Pengamat Kritik Keras Presiden Prabowo Ucap Duka Cita TNI Gugur di Lebanon Lewat IG: Tidak Empati

"Puing-puing dari peluru tank telah ditemukan di lokasi kejadian," kata sumber itu, dikutip dari AFP, Rabu (1/4/2026).

Sebelumnya, UNIFIL menyebutkan, ledakan yang tidak lain menghancurkan sebuah kendaraan penjaga perdamaian dan membunuh dua tentara Indonesia lagi. 

Sumber keamanan PBB itu menuturkan, asal ledakan itu mungkin berasal dari ranjau.

Respons IDF 

Militer Israel membantah bertanggung jawab atas insiden hari Senin itu. "Pemeriksaan operasional komprehensif menunjukkan bahwa tidak ada alat peledak yang ditempatkan di area tersebut oleh pasukan IDF," demikian bunyi siaran pers tersebut. 

SATUKAN TIGA UNIT - Tentara Israel (IDF) dari satuan infanteri, menyatukan tiga unit tempur didukung peralatan tempur seperti Tank Merkava, untuk merangsek ke dalam Khan Yunis, Gaza Selatan, Kamis (27/12/2023). Brigade AL Qassam dan Brigade Al Quds, sayap militer dari organisasi Hamas dan PIJ, memberikan kejutan dahsyat. Seorang remaja Israel bernama Tal Mitnick (18) dipenjara lantaran menolak perang melawan Hamas, di Gaza, Palestina.
SATUKAN TIGA UNIT - Tentara Israel (IDF) dari satuan infanteri, menyatukan tiga unit tempur didukung peralatan tempur seperti Tank Merkava, untuk merangsek ke dalam Khan Yunis, Gaza Selatan, Kamis (27/12/2023). Brigade AL Qassam dan Brigade Al Quds, sayap militer dari organisasi Hamas dan PIJ, memberikan kejutan dahsyat. Seorang remaja Israel bernama Tal Mitnick (18) dipenjara lantaran menolak perang melawan Hamas, di Gaza, Palestina. (Photo credit: Israeli army)

"Tidak ada pasukan IDF yang hadir di area tersebut sama sekali," sambungnya. Dalam pernyataan sebelumnya, disebutkan bahwa insiden-insiden ini terjadi di area pertempuran aktif. (Tribun Trends/GPS/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.