TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah wilayah di Jawa Tengah diperkirakan akan mengalami musim kemarau lebih panjang pada 2026.
Bahkan, durasi kemarau di beberapa daerah diprediksi mencapai hingga 8 sampai 9 bulan.
Berdasarkan data dari Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, secara umum musim kemarau tahun ini berlangsung sekitar 16–18 dasarian atau setara 5–6 bulan.
Namun, terdapat wilayah tertentu yang mengalami kemarau jauh lebih lama hingga 25–27 dasarian.
Baca juga: "Tolong Dimakamkan Anakku" Geger Bayi Ditemukan Meninggal Terbungkus Plastik di Depan Masjid
Wilayah yang diprediksi mengalami kemarau paling panjang berada di sebagian Kabupaten Pati dan Rembang.
Durasi kemarau di daerah tersebut diperkirakan lebih panjang dibandingkan kondisi normal klimatologis, dengan selisih sekitar 1 hingga 3 dasarian.
Secara umum, awal musim kemarau di Jawa Tengah diprediksi dimulai pada Mei 2026.
Namun, beberapa wilayah diperkirakan mengalami kemarau lebih awal, yakni sejak April 2026.
Wilayah yang lebih cepat memasuki musim kemarau antara lain:
Rembang
Kepulauan Karimunjawa
Sebagian besar Pati dan Jepara
Sebagian wilayah Demak dan Blora
Sementara itu, beberapa daerah justru mengalami kemarau lebih lambat, diperkirakan mulai pertengahan Juni 2026, seperti:
Sebagian Banyumas
Purbalingga
Banjarnegara
Sebagian wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, dan Kebumen
Selain wilayah dengan kemarau panjang, terdapat pula daerah yang mengalami musim kemarau relatif singkat, sekitar 10–12 dasarian.
Wilayah tersebut meliputi:
Kabupaten Purbalingga
Sebagian wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, dan Kebumen
Sebagian wilayah Pekalongan, Batang, dan Wonosobo
Sebagian besar Banyumas dan Banjarnegara
Sementara itu, sejumlah wilayah lain mengalami kemarau dengan durasi sedang hingga panjang, berkisar antara 13 hingga 18 dasarian, termasuk Kota Magelang dan sebagian wilayah Kabupaten Semarang serta sekitarnya.