Dedi Mulyadi Berduka atas Gugurnya Kapten Zulmi di Lebanon: Catatan Emas dalam Sejarah Kemanusiaan
Sinta Darmastri April 01, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Duka mendalam tengah menyelimuti Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan belasungkawa yang menyentuh hati atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi suci perdamaian dunia di Lebanon. Salah satu putra terbaik bangsa yang gugur dalam insiden tersebut adalah warga asli Kota Cimahi, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Rabu (1/4/2026), pria yang akrab disapa KDM ini tidak bisa menyembunyikan rasa kehilangan yang besar.

“Atas nama Provinsi Jawa Barat kami menyampaikan duka yang mendalam atas gugurnya 3 prajurit TNI dalam misi menjaga perdamaian dunia, bertugas di Lebanon,” ungkap Dedi Mulyadi.

Putra Cimahi yang Menjadi Pahlawan Dunia

Kapten Inf Zulmi Aditya bukan sosok sembarangan. Ia merupakan alumni SMAN 3 Cimahi angkatan 2011 dan berasal dari Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran. Terakhir, ia tercatat sebagai anggota satuan elit Grup 2 Kopassus.

KDM meyakini bahwa pengorbanan Zulmi di tanah konflik bukan sekadar tugas militer, melainkan catatan emas dalam sejarah kemanusiaan. Di tengah situasi Timur Tengah yang kian memanas, Gubernur Jabar ini juga menyelipkan harapan agar pertikaian senjata di sana segera berakhir demi keselamatan warga sipil dan petugas keamanan.

Baca juga: Sosok Kapten Zulmi, Prajurit Penjaga Damai yang Gugur di Lebanon, Kakak: Kebanggaan Keluarga Kami

Kronologi Insiden di Lebanon Selatan

Tragedi ini terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Saat itu, konvoi logistik UNIFIL (Pasukan Penjaga Perdamaian PBB) sedang melintas di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan. Nahas, kendaraan tempur yang ditumpangi Kapten Zulmi Aditya dan Sersan Satu Ichwan terkena ledakan hebat.

Selain Kapten Zulmi, serangan di hari yang berbeda juga merenggut nyawa Praka Farizal Rhomadhon (Yonif 113/J) setelah sebuah proyektil meledak di markas UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Hingga kini, pihak UNIFIL masih terus melakukan investigasi mendalam untuk memastikan sumber ledakan yang diduga berasal dari serangan Israel di tengah eskalasi kontak senjata dengan Hizbullah.

Baca juga: Sosok Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Perwira Tempur Darat Gugur di Lebanon, Kena Serangan Israel

Update Korban Luka-Luka

Berdasarkan data dari Kementerian Pertahanan RI, insiden ini juga menyebabkan beberapa prajurit lainnya mengalami luka-luka:

  • Luka Berat: Praka Rico Pramudia.
  • Luka Ringan: Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf. Sulthan (Yonif 320), dan Praka Deni (AU Lanud Atang Sanjaya).

Saat ini, para korban luka tengah mendapatkan perawatan intensif di fasilitas medis di Beirut.

Komitmen Indonesia di Kancah Global

Menanggapi peristiwa memilukan ini, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang berkonflik.

“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,” ujar Rico dalam keterangan resminya.

Pemerintah Indonesia melalui Kemhan dan TNI terus berkoordinasi dengan Markas Besar UNIFIL untuk menjamin keselamatan personel lainnya. Meskipun risiko di lapangan meningkat seiring memanasnya pertempuran, Rico menegaskan posisi Indonesia:

“Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB.”

Semoga dedikasi Kapten Zulmi Aditya dan rekan-rekannya menjadi pengingat bagi dunia akan mahalnya harga sebuah perdamaian. Selamat jalan, Sang Penjaga Damai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.