TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Menjelang perayaan Jumat Agung dan Paskah, permintaan telur di Pasar Pagi Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, meningkat signifikan, Rabu (1/4/2026).
Lonjakan permintaan dipicu kebutuhan konsumsi rumah tangga serta persiapan perayaan keagamaan umat Kristiani.
Diketahui, Jumat Agung diperingati pada 3 April 2026, disusul Hari Paskah pada 5 April 2026 yang juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Salah satu pedagang telur, Yuliana, mengaku penjualan mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, harga telur di pasaran masih relatif stabil.
“Permintaan naik, tapi harga masih tetap seperti sebelumnya, tidak ada kenaikan,” ujarnya di sela aktivitas melayani pembeli.
Ia menyebutkan harga telur ayam ras (merah) dijual sekitar Rp60 ribu per rak, telur ayam kampung Rp65 ribu, telur puyuh Rp50 ribu, dan telur bebek Rp70 ribu per rak.
Menurutnya, harga tersebut sudah bertahan sejak Ramadan hingga saat ini.
Bahkan, pembelian dalam jumlah besar di atas tiga rak diberikan harga grosir.
“Kalau beli lebih dari tiga rak, biasanya kami beri harga khusus,” tambahnya.
Yuliana juga mengungkapkan sejumlah gereja telah melakukan pemesanan lebih awal, dengan jumlah mencapai 20 hingga 30 rak.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, ia menyiapkan stok hingga 1.000 rak setiap delapan hingga sembilan hari.
Ia berharap harga tetap stabil ke depan, mengingat masih ada pembeli yang menganggap harga saat ini cukup tinggi.
Sementara itu, salah satu pembeli, Normah, mengaku membeli telur dalam jumlah besar untuk persiapan Paskah.
“Saya ambil 30 rak, kebetulan dapat harga grosir. Lumayan lebih murah,” katanya.
Ia menambahkan, harga telur dalam beberapa hari terakhir tidak mengalami perubahan, sehingga masih terjangkau bagi masyarakat yang membeli dalam jumlah besar.(*)