TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sebanyak 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Gorontalo ditutup sementara (suspend).
SPPG adalah dapur yang mengelola makanan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Karena penutupan ini, program MBG pun terhambat. Banyak sekolah kini tak lagi menerima MBG.
Keputusan tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026.
Baca juga: Tunggu Arahan Gubernur, Pemprov Gorontalo Belum Terapkan WFH ASN
Selain itu, pnghentian ini juga didasarkan pada laporan Koordinator Regional Provinsi Gorontalo tertanggal 31 Maret 2026, kemarin.
Dalam laporan tersebut, ditemukan sejumlah SPPG belum memenuhi standar penting, seperti belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan/atau belum dilengkapi Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) sesuai ketentuan.
Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kualitas produksi, mutu gizi, hingga keamanan pangan.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah menetapkan penghentian operasional sementara terhadap SPPG yg belum memenuhi persyaratan tersebut.
Bahkan, Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan juga merekomendasikan penghentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah kepada SPPG terkait.
Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Gorontalo, Zulkifly Talhumala, membenarkan adanya kebijakan tersebut saat dikonfirmasi.
"Iyah pak," singkatnya saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com soal kebenaran pemberhentian.
Ia menegaskan, langkah ini bukan disebabkan oleh kejadian tertentu yang menonjol, melainkan sebagai upaya peningkatan kualitas layanan.
"Jadi penutupan itu bukan karna kejadian menonjol, tapi untuk memperbaiki kualitas SPPG," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa operasional SPPG dapat kembali berjalan setelah pihak pengelola memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
"Jadi oprsional kembali, mitra membuat surat pernyataan sudah memperbiki SPPG," jelasnya.
Saat ini, penghentian tersebut berdampak pada distribusi MBGke sekolah-sekolah penerima manfaat sampai dengan seluruh perbaikan dinyatakan memenuhi standar yang ditetapkan.
Berikut ini list nama-nama SPPG dan yayasan yang mengalami penghentian sementara.
1. SPPG Gorontalo Batudaa Payunga - Yayasan Cita Anak Hulondalo
2. SPPG Gorontalo Boliyohuto Sidodadi - Yayasan Anurakta Bala Jati
3. SPPG Gorontalo Pulubala Tridharma - Yayasan Anurakta Bala Jati
4. SPPG Gorontalo Telaga Biru Tuladenggi - Yayasan Prabu Center Kosong Delapan
5. SPPG Kota Gorontalo Sipatana Molosipat U - Yayasan Mulya Sehat Sejahtera
6. SPPG Kota Gorontalo Sipatana Tapa - Yayasan Winarni Rahmat Ririn
7. SPPG Kota Gorontalo Kota Tengah Lilowo - Yayasan Hulonthalo Pangan Bergizi
8. SPPG Pohuwato Duhiadaa Buntulia Jaya - Yayasan Rumah Nurul Ilm
9. SPPG Pohuwato Marisa Marisa Utara - Yayasan Rumah Nurul Ilm
10. SPPG Boalemo Paguyaman Molombulahe - Yayasan Unggulan Anak Negeri
11. SPPG Boalemo Tilamuta Piloliyanga - Yayasan Unggulan Anak Negeri
12. SPPG Boalemo Tilamuta Hungayonaa - Yayasan Unggulan Anak Negeri
13. SPPG Bone Bolango Bone Raya Tumbulilato - Yayasan Nawa Cita Lestari
14. SPPG Bone Bolango Bulango Timur Bulotalangi Timur - Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah
15. SPPG Gorontalo Tabongo Moahudu 2 - Yayasan Cita Anak Hulondalo
16. SPPG Boalemo Botumoito Tutulo - Yayasan Unggulan Anak Negeri (*)