TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Riau, Amrisal Amir membeberkan perihal polemik bonus atlet Riau. Menurutnya KONI secara Lembaga yang konsentrasi pada pengembangan olahraga terus mendorong dan menjembatani dengan pemerintah daerah.
Kepada Tribunpekanbaru.com, Amrisal mengungkapkan soal bonus PON yang merupakan hak bagi atlet. Pendistribusian nya melalui pemerintah lewat Dispora yang kemudian diserahkan ke KONI.
Selanjutnya KONI akan menyerahkan ke atlet yang berhak menerimanya.
"Jadi, soal bonus itu merupakan hak atlet. Tentu saja kami (KONI) mendorong agar pemerintah daerah segera merealisasikannya,"ungkap Amrisal, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Pengajuan Perpanjangan Masa Jabatan KONI Riau Dapat Dukungan Dispora
Namun, menurutnya anggaran tersebut sejauh ini belum sampai ke tangan KONI. Meski demikian, KONI terus mengkomunikasikannya dengan pemerintah daerah.
Meski bonus PON 2024 atlet yang belum juga diberikan sepenuhnya, namun menurut Amrisal, KONI Riau tetap menjalankan fungsi pembinaan dan pengembangan prestasi.
Hal itu ditunjukan dengan pemberian uang pembinaan setiap bulannya. Uang tersebut diberikan ke atlet yang punya pretasi sesuai dengan penilaian.
Kemudian penganggarannya dilakukan dengan kerangka acuan agar tepat sasaran. Uang pembinaan itulah yang menurut Amrisal mengikat atlet untuk terus memberikan yang terbaik bagi Riau.
"Pembinaan terus dilakukan. Persoalan bonus yang merupakan hak atlet terus kita dorong agar segera dicairkan. Kemudian uang pembinaan sampai sejauh ini masih direalisasikan setiap bulannya," ungkap Amrisal.
Lewat uang pembinaan yang terus direalisasikan, menurut Amrisal menjadi ikatan yang baik hingga atlet masih konsisten membela Riau.
Dengan demikian, secara langsung uang pembinaan menjadi pertimbangan atlet bahwa mereka masih sangat dihargai dan didukung serta dilakukan pembinaan agar bisa memberikan prestasi terbaik.
Soal besaran uang pembinaan bagi atlet, menurut Amrisal nominalnya bervariasi. Besarannya disesuaikan dengan prestasi yang telah diberikan. Meski demikian KONI Riau juga konsisten memberikan perhatian pada atlet yang dalam masa pembinaan atau yang berada pada jenjang prestasi.
"Perhatian tentu saja juga pada semua atlet yang dalam pembinaan KONI Riau. Bagi yang berprestasi tentu ada nominal yang disesuaikan. Jadi semuanya terencana dalam kerangka acuan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Amrisal.
Sebelumnya, persoalan pemberian bonus atlet pada PON Sumut-Aceh tahun 2024 masih menjadi perhatian para atlet riau. Masih ada utang pemerintah Provinsi untuk melunasi hak atlet tersebut
Poin Penting Bonus Atlet PON Riau 2024
Mekanisme Pembayaran: Pembayaran diproses secara bertahap. Tahap pertama 45 persen dari nilai Pergup, dan sisanya (55 persen) dijadwalkan pada 2026.
Pencairan Awal: Sebesar Rp10,3 miliar sudah masuk ke rekening Dispora Riau pada September 2025 untuk 163 atlet/pelatih/official.
Pemprov Riau menegaskan komitmen membayar, namun disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah (APBD 2025-2026).
Pemerintah memastikan hak atlet terpenuhi sebagai apresiasi atas prestasi yang mengharumkan nama Riau.
(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)