TRIBUNNEWS.COM - Pelatih asal Australia, Graham Arnold, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah berhasil membawa Timnas Irak lolos ke Piala Dunia 2026.
Kemenangan dramatis 2-1 atas Bolivia di laga playoff interkontinental menjadi tiket bersejarah bagi Singa Mesopotamia setelah menanti selama 40 tahun.
Irak terakhir kali tampil di Piala Dunia pada edisi 1986 di Meksiko.
Kini, mereka akan kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni-Juli 2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, gol kemenangan Irak dicetak Ali Al-Hamadi pada menit ke-10 dan Aymen Hussein pada menit ke-53, sementara Bolivia sempat menyamakan kedudukan melalui Moises Paniagua di menit ke-38.
Seusai pertandingan, Graham Arnold memuji perjuangan para pemainnya.
Ia mengungkapkan bahwa laga melawan Bolivia sangatlah sulit, tetapi skuad Irak menunjukkan mentalitas dan disiplin yang luar biasa.
"Para pemain tampil luar biasa melawan Bolivia. Mereka berhasil meraih kemenangan dan lolos ke Piala Dunia. Saya harus memuji semangat dan level teknis para pemain sepanjang pertandingan," ujar Graham Arnold dikutip dari Winwin.com.
"Pemain-pemain menunjukkan segalanya di lapangan. Kami berhasil mengalahkan tim tangguh seperti Bolivia yang memberikan banyak masalah."
"Pertandingan ini sangat sulit, tapi saya berterima kasih atas konsentrasi dan pelaksanaan tugas mereka."
"Cara kami bertahan, menangani bola-bola silang, dan semua detail pertandingan berjalan sempurna," tambahnya.
Lebih lanjut, Graham Arnold mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari sejarah sepak bola Irak.
"Saya sangat bahagia dengan pencapaian ini. Menjadi bagian dari sejarah Timnas Irak adalah hal yang luar biasa," katanya.
Baca juga: Irak Lengkapi 48 Tim Lolos ke Piala Dunia 2026, Masuk Grup Neraka Ditunggu Mbappe & Haaland
Kemudian, Graham Arnold juga memberikan pesan menyentuh kepada jutaan rakyat Irak yang tengah menghadapi berbagai tantangan di tengah konflik di Timur Tengah.
"Aku ingin menyampaikan pesan kepada para penggemar Irak. Saya sangat senang karena kami berhasil membahagiakan lebih dari 46 juta orang Irak, terutama di tengah situasi sulit yang sedang dialami wilayah Timur Tengah karena perang," tutur Arnold dengan penuh emosi.
Pesan ini langsung menyentuh hati banyak pihak. Arnold menekankan bahwa lolosnya Irak bukan hanya prestasi olahraga, melainkan juga simbol harapan dan kebanggaan nasional di tengah kesulitan.
"Sebagai pelatih, ini adalah kehormatan besar. Saya tahu betul bahwa lolos ke Piala Dunia bisa mengubah sebuah negara. Ini adalah langkah bersejarah bagi sepak bola Irak," lanjutnya.
Arnold, yang sebelumnya sukses membawa Australia ke Piala Dunia 2006 dan 2022, kini mencatatkan diri sebagai pelatih yang membawa dua negara berbeda ke turnamen sepak bola paling bergengsi.
Prestasinya bersama Irak dalam 13 pertandingan (8 menang, 2 imbang, 3 kalah) semakin menegaskan kualitasnya.
Kini setelah dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026, Timnas Irak akan bergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia.
Kombinasi ini langsug disebut grup neraka karena kekuatan lawan-lawan yang bakal dihadapi Irak.
Prancis jelas menjadi calon juara dunia favorit yang diisi pemain bintang seperti Kylian Mbappe dkk.
Sementara Norwegia yang dipimpin Erling Haaland berhasil menyingkirkan Italia di babak kualifikasi.
Lalu terdapat pula Senegal yang mampu menjuarai Piala Afrika 2025 meski pada akhirnya gelar tersebut dicabut oleh CAF diberikan kepada Maroko usai sidah CAS.
Jalur Irak di Piala Dunia 2026 jelas tidak akan mudah. Mereka harus menghadapi tiga tim yang secara kualitas berada di atas rata-rata, termasuk dua raksasa Eropa dan satu kekuatan Afrika yang sedang berada di puncak performa.
Menarik dinantikan, mampukah Irak memberi kejutan di neraka di Piala Dunia 2026 nanti?
Adapun gelaran Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni 2026 hingga 19 Juli 2026.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)