5 Bentuk Perhatian Pemerintah ke 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon: Asuransi, Beasiswa hingga JHT
Musahadah April 01, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Pemerintah Indonesia memberikan perhatian penuh terhadap keluarga tiga prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan. 

Tiga prajurit TNI yang gugur itu adalah Praka Farizal Romadhon, anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda

Kemudian, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dari Sat Grup 2 Kopassus dan Sertu Ikhwan dari Kesdam IX Udayana.

Ketiganya gugur dalam serangan Israel di wilayah lebanon Selatan pada Minggu (29/4/2026) dan Senin (30/4/2026). 

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan komitmen negara untuk menjamin seluruh hak dan masa depan keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.

Baca juga: Tabiat Praka Farizal, Prajurit TNI yang Gugur Terkena Artileri Israel Saat Shalat di Pos PBB Lebanon

Berikut dukungan yang diberikan: 

  • Kenaikan pangkat luar biasa

Jenderal Agus memastikan tiga prajurit TNI yang gugur ini akan mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB). 

"Yang pertama akan diberikan KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa) kepada seluruhnya," kata Jenderal Agus. 

  • Asuransi Rp350 juta

Selain kenaikan pangkat, pemerintah juga memberikan dukungan finansial dan pendidikan bagi ahli waris dari seluruh prajurit TNI yang gugur di Lebanon.

"Hak-hak yang lain dari Asabri (asuransi) mungkin Rp350 juta akan diberikan," ujar Agus selepas melayat ke rumah duka salah satu prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Jawa Barat, Rabu.

  • Biaya pendidikan anak

Agus merinci bahwa negara juga memberikan beasiswa pendidikan sebesar Rp30 juta bagi anak almarhum, dengan komitmen pengawalan proses sekolah hingga dewasa.

  • Gaji penuh 12 bulan ke depan

Dari sisi kesejahteraan keluarga, Agus mengatakan TNI juga akan memberikan gaji penuh sebesar 100 persen selama 12 bulan ke depan.

  • Tabungan hari tua

Selain gajki penuh 12 bulan, pemerintah juga memberikan tabungan hari tua yang dihitung sejak awal masa dinas militer.

Terkait proses repatriasi, Panglima TNI menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi intensif untuk memulangkan jenazah ke tanah air.

"Akan segera kita urus pemulangan ke Indonesia. Sedang diurus oleh Komandan PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian)," ucapnya.

Kabar prajurit yang terluka

Sementara itu, mengenai kondisi prajurit lain yang terluka dalam serangan pada misi perdamaian di Lebanon tersebut, Agus mengonfirmasi bahwa mereka telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setempat.

"Sudah ada di rumah sakit, sudah dirawat dengan baik, dan kita doakan semuanya cepat pulih," tutur Agus.

Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dikabarkan gugur saat bertugas di Lebanon pada Maret 2026 ini.

Berdasarkan data TNI, mereka yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar.

Fahrizal meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu (29/3).

Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/3/2026).

Wakil RI Bersuara Keras di PBB

KUTUK KERAS - Umar Hadi, Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon hingga mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur.
KUTUK KERAS - Umar Hadi, Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon hingga mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur. (istimewa/kolase youtube united natiosn/instagram)

Umar Hadi, Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon hingga mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur. 

Tiga prajurit TNI yang gugur itu adalah Praka Farizal Romadhon, anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda

Kemudian, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dari Sat Grup 2 Kopassus dan Sertu Ikhwan dari Kesdam IX Udayana.

Ketiganya gugur dalam misi perdamaian Pasukan Sementara PBB di Lebanon alias UNIFIL.

“Indonesia mengutuk keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan kesatuan wilayah Lebanon,” kata Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, dalam rapat DK PBB yang disiarkan langsung di kanal YouTube PBB, United Nations, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Ternyata Praka Farizal Gugur saat Shalat Isya, Artileri Menghantam Tempat Ibadah Pos PBB di Lebanon

Umar Hadi menangkap ada pengkritik yang mengemukakan penilaian bahwa gugurnya tiga prajurit TNI itu karena posisi mereka ada di tengah peperangan aktif.

“Namun ‘framing’ itu mengabaikan pertanyaan mendasar: Siapa yang bertanggung jawab menciptakan dan melanggengkan zona permusuhan aktif itu? Eskalasi terkini ini tidak muncul di ruang hampa. Ini muncul dari serangan berulang oleh militer Israel ke teritori Lebanon,” kata Umar Hadi dalam bahasa Inggris.

Pertemuan DK PBB ke-10127 ini juga dihadiri oleh Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon.

Dia terlihat mengetik di gawainya saat Umar Hadi mengkritik Israel.

“Indonesia terus bersolidaritas dengan pemerintah dan rakyat Lebanon,” kata Umar.

Dia melanjutkan, serangan berulang ke wilayah Lebanon itu sengaja menargetkan UNIFIL dan menghalangi pasukan perdamaian menjalankan Resolusi DK PBB Nomor 1701 yang mengamanatkan solusi damai untuk Lebanon.

Serangan itu juga dinilainya merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan.

“Serta dapat dianggap sebagai kejahatan perang,” ujar Umar Hadi.

Indonesia kemudian mendorong agar PBB menggelar penyelidikan yang menyeluruh dan transparan atas peristiwa penyerangan yang menewaskan pasukan UNIFIL dari Indonesia di Lebanon selatan pada 29 dan 30 Maret 2026.

“Izinkan saya memperjelas, kami meminta investigasi oleh PBB, bukan alasan dari Israel,” kata Umar Hadi.

Kehilangan Besar

Umar Hadi menyebutkan satu per satu nama prajurit TNI yang gugur maupun yang terluka di Lebanon dalam peristiwa 29 dan 30 Maret lalu.

Baca juga: Indonesia Segera Repatriasi Prajurit RI yang Gugur akibat Serangan Israel ke Markas UNIFIL

Tiga orang yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon (27), Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar (33), dan Sertu Muhammad Nur Ichwan (25).

“Ini adalah kehilangan besar untuk Indonesia, juga kehilangan besar untuk kita semua, untuk PBB, untuk Dewan Keamanan ini, dan untuk setiap masyarakat yang memandang bahwa penjaga perdamaian adalah simbol harapan dan perdamaian,” kata Umar Hadi.

Kata dia, Farizal gugur saat bertugas di pos Adchit Al Qusayr. Adapun Zulmi dan Nur Ichwan tewas saat bertugas mendukung penyediaan logistik di Banni Hayyan.

Lima prajurit yang luka-luka juga dia sebut namanya di forum ini. Mereka adalah Kapten Sultan Wiryan Maulana, Praka Rico Pramudia, Praka Arief Kurniawan, Praka Bayu Prakoso, dan Deni Riyanto.

“Para penjaga perdamaian itu gugur dan terluka ketika mengemban mandat yang dipercayakan kepada mereka oleh Dewan Keamanan PBB ini,” kata Umar Hadi.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.