BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Usaha jualan kue telah ditekuni Sri warga Desa Kota Raja Kecamatan Amuntai Selatan selama bertahun tahun.
Pasang surutnya usaha kue di tengah naiknya bahan baku sudah dialami olehnya yang kini tinggal berdua dengan anak semata wayangnya.
Hampir setiap hari Sri membuat kue untuk di titipkan di warung yang memang menjual khusus kue.
Hanya hari minggu libur karena sebagian besar pembeli memang untuk dibawa ke tempat bekerja.
“Kalau minggu libur sekaligus istirahat juga, apalagi membuat ratusan kue juga cukup melelahkan,” ujarnya.
Baca juga: UMKM Kalsel: Produksi Aneka Jajanan, Pengrajin Kue di Kota Raja HSU Ini Bikin Sejak Malam
Kue yang biasa dibuat adalah kue cumcum, awalnya dirinya membuat adonan dari tepung dan juga pengembang. Kemudian ditunggu sampai mengembang.
Bahan dasarnya sama dengan untuk membuat kue pisang, hanya beda isian dan bentuknya.
Satu adonan awal memang bisa digunakan untuk beberapa macam kue.
Baca juga: UMKM Kalsel: Pengrajin Kue di HSU, Sri Senang Mencoba Menu Baru
“Untuk kue cumcum diisi dengan fla, rotinya dibentuk seperti kerucut menggunakan cetakan khusus, sedangkan untuk kue pisang dengan adonan yang sama menggunakan pisang untuk isiannya,” ujarnya.
Kemudian dipanggang dan di tunggu dingin baru dikemas kemudian diantar ke warung. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)