Inflasi Jambi Maret 0,14 Persen, Harga Ikan Nila Jadi Pemicu
Heri Prihartono April 01, 2026 05:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - BPS Provinsi Jambi menyebut inflasi bulanan (month-to-month) tetap terkendali di angka 0,14 persen.

Sementara,inflasi tahun berjalan 0,24 persen dan inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 3,55 persen.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, dalam rilis bulanan BPS Provinsi Jambi, di Kantor BPS Provinsi Jambi, Rabu (1/4/2026).

Dia mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan andil 0,36 persen.

Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar. Komoditas ikan nila menjadi pemicu utama inflasi secara bulanan.

“Inflasi bulan Maret ini sebesar 0,14 persen, dan pemicunya adalah ikan nila. Namun secara umum kondisi ini masih terkendali,” katanya.

Dia menjelaskan, ditengah momen ramadhan kemarin, sejumlah harga komoditas justru mampu ditekan. 

Dari sepuluh komoditas utama penyumbang inflasi, hanya daging ayam ras yang mengalami kenaikan, sementara daging sapi relatif stabil dan cabai merah justru mengalami penurunan harga.

“Biasanya menjelang Ramadan dan Lebaran harga daging mengalami kenaikan, tetapi kali ini daging sapi tidak naik, bahkan cabai merah mengalami penurunan. Ini menunjukkan adanya pengendalian yang cukup baik,” jelasnya.

Aidil menuturkan, hal itu dari peran aktif TPID dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga di lapangan. 

Berbagai langkah pengendalian dinilai efektif menahan gejolak harga yang umumnya terjadi pada periode hari besar keagamaan

“Ini bisa jadi merupakan keberhasilan TPID dalam menahan harga, sehingga komoditas yang biasanya naik justru tidak mengalami kenaikan,” tuturnya.

Sementara itu, secara tahunan inflasi Jambi yang mencapai 3,55 persen lebih banyak dipengaruhi oleh faktor di luar kendali daerah. 

Kenaikan tarif listrik yang tidak lagi mendapatkan diskon seperti tahun sebelumnya, serta naiknya harga emas perhiasan di pasar global menjadi penyumbang utama inflasi year-on-year

“Kalau secara year-on-year, kenaikan inflasi lebih disebabkan oleh tarif listrik dan emas perhiasan. Itu bukan dari sisi pengendalian daerah, melainkan faktor kebijakan pusat dan harga global,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: BPS Jambi Ungkap Ekspor Pinang Terganggu, Imbas Konflik Timur Tengah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.