Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Tangis istri Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar pecah saat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama sang istri Evi Sophia Indra melayat ke rumah duka di Cimahi, Rabu (1/4/2026).
Tangis istri Kapten Zulmi, Habibah Anggraini, pecah di pelukan istri Panglima TNI.
Pelukan duka itu berlangsung cukup lama hingga Agus Subiyanto berdiri diam di depan pintu rumah. Agus melihat pelukan itu dengan raut kesedihan. Istri Panglima sesekali terlihat melontarkan kata-kata untuk menenangkan Habibah.
Keduanya kemudian berdialog di ruang tengah sambil melihat foto-foto almarhum Kapten Zulmi yang terpajang cukup banyak di dinding. Sesekali istri Panglima TNI menunjuk ke foto Kapten Zulmi dengan seragam lengkap Kopassus.
Kapten Zulmi meninggalkan istri dan dua anaknya yang berumur 5 tahun dan 1 tahun.
Baca juga: Melayat ke Rumah Duka, Panglima TNI Pastikan Kapten Zulmi Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto menjamin pemberian hak terhadap ahli waris Kapten Zulmi yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan. Selain santunan, dua anak Kapten Zulmi juga akan diberikan beasiswa untuk sekolah.
Tak hanya itu, Kapten Zulmi akan diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas pengabdiannya di TNI.
"Kami memberikan hak kepada prajurit yang gugur. Pertama akan memberikan KPLB kepada seluruh nya, kemudian hak lain dari Asabri 350 juta akan diberikan, beasiswa juga untuk anak 30 juta, sekolah anaknya juga akan kita oerhatikan sampai nanti besar. Gaji akan diberikan 12 bulan penuh 100 persen. Dan tabungan hari tua dihitung mulai berdinas di militer," kata Agus usai melayat di rumah duka di Cimahi.
Tiga prajurit TNI gugur dalam tugas misi pedamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Satu dari tiga prajurit TNI tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar.
Dia meninggal dunia akibat serangan yang dilancarkan pasukan Israel pada Senin (30/3).
Baca juga: Gugur di Lebanon, Rumah Duka Kapten Zulmi di Cimahi Dibanjiri Karangan Bunga
Dalam serangan itu, Sertu Muhammad Nur Ichwan juga meninggal dunia.
Pada serangan Israel sebelumnya, Minggu (29/3), Praka Farizol Rhomadhon meninggal dunia akibat ledakan proyektik di salah satu pos Indonesia di Desa Adchit Al Qusayr.