Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Almarhum Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar merupakan satu dari tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. Almarhum merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2015 yang kemudian aktif di satuan elite TNI AD, Kopassus.
Iskandarudin, ayah almarhum Kapten Inf Zulmi Aditya mengatakan, almarhum merupakan anak yang diharapkan memiliki karir cemerlang di TNI. Dengan status lulusan Akmil, Kapten Zulmi dibayangkan akan mengemban jabatan sebagai pimpinan militer.
Hal yang tak bisa diraih oleh Iskandar karena dirinya bukan lulusan Akmil.
Baca juga: Sempat Tanya Rencana, Komunikasi Terakhir Kapten Zulmi dengan Sang Ayah sebelum Gugur di Lebanon
"Sosoknya itu anak kebanggaan, masa depan yang bayangan saya sangat cemerlang," kata Iskandarudin di rumah duka, Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, Rabu (1/4/2026).
Sebelum berangkat ke Lebanon, Kapten Zulmi menjabat sebagai Pasi Ops Grup 2 Kopassus. Selama aktif di militer, Kapten Zulmi dikenal sebagai prajurit yang gigih dan selalu berhasil dalam menjalankan tugas.
Hal itu pulalah yang membuat Iskandarudin yakin anaknya akan memiliki karir cemerlang di TNI. Apalagi, Kapten Zulmi dikenal sebagai pribadi yang baik oleh kawan di militer.
"Dari Akmil tugasnya selalu berhasil, di mata anggota dan rekannya di kenal orang baik, saya merasa dari bawahan, saya sampaikan jadilah pemimpin yang baik yang dikenal oleh anggota," ujarnya.
Hal yang tak pernah dibayangkan Iskandarudin terjadi pada Senin (30/3/2026). Kapten Zulmi dilaporkan gugur usai akibat ledakan saat menjalankan tugas misi perdamaian di Lebanon Selatan.
Dengan terbata dan raut wajah penuh kesedihan, Iskandar memilih untuk ikhlas terhadap kepergian putra bungsunya.
Baca juga: Tangis Istri Kapten Zulmi Pecah di Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamin Hak Ahli Waris
"Saya hampir 40 tahun menjadi anggota TNI, yang belum pernah menduduki jabatan karena dari golongan paling rendah. Alhamdulillah saya mempunyai anak yang akan membuat masa depan terbaik dan menjadi kebanggaan, tapi Allah berkehendak lain. Do'akan anak saya syahid," tandasnya.
Tiga prajurit TNI gugur dalam tugas misi pedamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Satu dari tiga prajurit TNI tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar.
Dia meninggal dunia akibat serangan yang dilancarkan pasukan Israel pada Senin (30/3).
Dalam serangan itu, Sertu Muhammad Nur Ichwan juga meninggal dunia.
Pada serangan Israel sebelumnya, Minggu (29/3), Praka Farizol Rhomadhon meninggal dunia akibat ledakan proyektik di salah satu pos Indonesia di Desa Adchit Al Qusayr.