Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luluul
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sejumlah warga menolak adanya retribusi yang ditarik pada pintu masuk Bendungan Lahor, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Penolakan ini dilakukan dengan cara membuka paksa portal sejak Senin (30/3/2026).
Berdasarkan pantauan Tribun Jatim Network, hari ini Rabu (1/4/2026) akses tembusan menuju Malang-Blitar dan sebaliknya masih dibuka secara bebas. Seluruh kendaraan bebas melintas tanpa ditarik retribusi oleh petugas.
Bahkan, tidak ada petugas yang menjaga loket pintu masuk. Selain itu, di atas loket masuk terdapat banner bertuliskan 'Portal Gratis untuk Seluruh Rakyat Indonesia'.
Sebagian pengendara yang melintas pun ada yang kebingungan dengan kondisi ini. Sebab, sebelumnya setiap kendaraan roda dua maupun empat diwajibkan membayar retribusi non-tunai atau e-toll.
Sebagaimana yang beredar luas di media sosial, aksi pembukaan paksa portal dilakukan oleh Hadi Wiyono, salah seorang warga Kecamatan Sumberpucung.
Pria yang kerap disapa Pak Dur ini mengatakan jika boleh dilakukan penarikan retribusi setiap melintas ke Bendungan Lahor.
"Pertimbangannya nggak boleh ditarik retribusi karena itu bukan aset milik pemerintah daerah, tapi itu kan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," klaim Pak Dur saat dikonfirmasi.
Baca juga: Aksi Nekat Maling di Poncokusumo Malang Panen 184 Kg Jeruk di Kebun Orang
Dirinya mengaku, sejumlah warga merasa keberatan dengan adanya pungutan retibusi. Sehingga dengan adanya aksi ini, ia berharap portal bisa dibuka seterusnya tanpa ada tarikan biaya.
"Semua warga banyak yang kecewa, hasilnya (retribusi.red) ke mana? untuk apa?," tuturnya.
"Mungkin ini simpati warga sampai benar-benar ada pembongkaran. Pokoknya tuntutannya tidak boleh ada retibusi," imbuhnya.
Jika Perum Jasa Tirta I tetap memberlakukan penarikan retribusi, pihaknya yakin warga tidak akan tinggal diam. Sebab, aksi penolakan ini tidak hanya dari warga Sumberpucung saja, melainkan ada beberapa warga dari kecamatan lainnya.
Sementara itu, Tribun Jatim Network, telah mencoba mengkonfirmasi hal ini ke Perum Jasa Tirta I. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara resmi.