Pejabat di Pemkab Karawang Naik Sepeda Motor, Ojek Online hingga Sepedaan ke Kantor
Joseph Wesly April 02, 2026 10:50 AM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Kepala Dinas di Kabupaten Karawang tidak lagi menggunakan mobil saat datang ke kantor pada Rabu (1/4/2026).

Hal itu menyusul kebijakan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang diiringi penerapan work from home (WFH) pada pola mobilitas aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Karawang.

Mereka datang ada yang menggunakan sepeda, motor, angkutan umum, hingga mengendarai motor Patwal Dinas Perhubungan (Dishub).

Asda III Pilih Bersepeda ke Kantor

Asisten Daerah (Asda) III Kabupaten Karawang, Arief Bijaksana datang ke kantor naik sepeda.

Ia mengaku telah lama menjadikan sepeda sebagai moda transportasi menuju tempat kerja. Ia menyebut, kebiasaan tersebut sudah dimulai sejak tahun 2010.

“Kalau saya memang sudah lama bersepeda, sejak 2010. Dulu waktu masih bertugas di RSUD juga sudah mulai bersepeda ke kantor,” ujar Arief pada Rabu (1/4/2026).

Menurut Arief, sebelumnya ia rutin menggunakan sepeda setiap hari Jumat. Namun, seiring adanya imbauan penghematan BBM dari Bupati Karawang, kini ia mulai menggunakan sepeda setiap hari.

“Kalau dulu Jumat saja karena langsung senam rutin, sekarang selama ada imbauan hemat BBM ini, saya upayakan setiap hari pakai sepeda ke kantor,” katanya.

Kadis Disparpora Gunakan Ojek

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Abas Sudrajat memilih naik ojek untuk datang ke kantornya.

Ia menyampaikan bahwa langkah penghematan BBM merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat yang juga diikuti oleh pemerintah daerah.

“Sebetulnya ini implementasi dari kebijakan pemerintah, di mana kita diminta melakukan efisiensi, terutama berkaitan dengan penggunaan kendaraan dinas dan konsumsi BBM,” ujar Abas.

Dalam kesehariannya, Abas mengaku memilih menggunakan ojek untuk berangkat ke kantor sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tersebut. Ia bahkan memanfaatkan bantuan staf untuk mobilitas.

“Kalau saya kebetulan lebih sering naik ojek. Ada staf yang bisa antar-jemput, jadi saya ikut saja ngojek,” ungkapnya.

Menurutnya, di lingkungan Disparpora sendiri sudah mulai terlihat perubahan pola transportasi pegawai. Sejumlah staf mulai beralih menggunakan sepeda, sementara lainnya tetap menggunakan sepeda motor dengan pertimbangan jarak tempuh.

“Di lingkungan kami sudah saya instruksikan untuk menghemat BBM. Ada yang pakai sepeda, ada juga yang pakai motor karena jaraknya jauh,” jelasnya.

Kadis Dishub Naik Motor Patwal

Sedangkan, Kepala Dinas Perhubungan Karawang, Muhana datang ke kantornya menggunakan motor patwal dishub.

Ia menyebut memilih menggunakan motor patwal agar bisa hemat BBM dan juga bisa lebih leluasa ketika harus terjun ke lapangan.

"Panas si, tapi ternyata lebih fleksibel juga. Dan ini sebagai bentuk dukungan kebijakan pemerintah pusat dan juga Pemkab Karawang," kata dia.

Beberapa Kepala OPD lainnya juga tak lagi menggunakan mobil. Seperti Kepala Kesbangpol Mahpudin menggunakan sepeda, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kepala Badan Pendapatan Daerah Sahali, Sekretaris DPRD Karawang menggunakan motor.

Strategi Pemkab Karawang Tekan Konsumsi BBM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menyiapkan sejumlah strategi dalam upaya menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM).

Seperti penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pemusatan parkir mobil dinas.

Sekretaris Daerah Karawang, Asep Aang Rahmatullah, menyebutkan sesuai dengan arahan dari Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, ASN wajib melakukan absensi secara berkala dalam sehari serta melaporkan kinerja secara real time selama bekerja dari rumah.

“WFH ini bukan berarti santai. ASN tetap bekerja dan diawasi. Ada absensi, ada laporan kinerja, semuanya terukur melalui sistem digital,” ujar Asep Aang.

Asep Aang mengungkapkan, Pemkab Karawang dengan arahan dari Bupati Aep telah menyiapkan sejumlah opsi untuk mendukung kebijakan tersebut.

Salah satunya adalah opsi agar ASN yang tinggal dekat dengan kantor, dengan radius maksimal 5 kilometer, pergi bekerja menggunakan sepeda.

“Kalau dekat, bisa pakai sepeda. Banyak manfaatnya, selain sehat juga hemat BBM,” terang Asep Aang.

Sementara bagi ASN yang jaraknya lebih jauh, penggunaan sepeda motor dinilai lebih efisien dibanding mobil. Ia mencontohkan perbandingan konsumsi BBM harian yang cukup signifikan.

“Kalau motor cukup 1 liter per hari, sedangkan mobil bisa 5 liter. Ini bisa mendukung target penghematan BBM sekitar 20 persen,” ujarnya.

Selain itu, sesuai arahan Bupati Aep, kendaraan dinas di seluruh perangkat daerah direncanakan akan ditarik dan semuanya disimpan di Galeri Nyi Pager Asih selama tidak ada kegiatan kedinasan luar kota, maupun kegiatan dalam kota dengan jarak tempuh yang jauh.

ASN didorong menggunakan alternatif lain seperti sepeda listrik atau sepeda motor. Dengan kata lain, Galeri Nyi Pager Asih akan menjadi pool penyimpanan kendaraan dinas.

“Jadi mobil digunakan jika dinas luar saja, itupun diwajibkan tidak satu orang satu mobil tapi satu mobil bisa 4 orang," kata Sekda. (MAZ)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.