Bongkar Tabiat Sarwendah Usai Dicerai Ruben Onsu, Betrans Peto Beber Hubungan dengan sang Bunda Kini
Murhan April 02, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penyanyi Betrand Peto membongkar tabiat asli Sarwendah yang kini telah cerai dari Ruben Onsu.

Betrand Peto yang akrab disapa Onyo itu juga mengungkap kondisi hubungannya dengan ibu angkatnya itu. 

Dia baru-baru ini mengklarifikasi tudingan netizen terkait merenggangnya hubungannya dengan Sarwendah setelah dirinya tinggal bersama Ruben Onsu.

Tudingan kerenggangan hubungan antara Onyo dan mantan personel Cherrybelle itu muncul saat Sarwendah memberikan surprise ulang tahun yang ke-21 pada sang penyanyi.

Diungkapkan Onyo, di momen kejutan ulang tahun itu, dirinya sedang sibuk menyambut tamu sehingga tampak seperti tidak bahagia dengan surprise yang diberikan kekasih Giorgio Antonio tersebut.

Baca juga: Tertawa Saat Tahu Clara Shinta Diselingkuhi Alexander Assad, Denny sang Mantan Suami: Kasihan aja

Baca juga: Posting Tangan Berdarah Kala Dicerai, Insanul Fahmi Ditertawakan Mawa, Sentil Suami Siri Inara Rusli

"Pokoknya lagi repot banget kemarin. Nah, tiba-tiba Bunda datang dan tiup lilin gitu. Aku tuh masih sambil kayak nanggepin Bunda, tapi sambil nanggepin juga teman-teman yang udah pada mau pulang," beber Onyo, dikutip dari YouTube TRANS7 Official, Kamis (2/4/2026).

"Nah, cuma dari netizen itu ketangkap aku itu kayak enggak happy gitu. Padahal aku happy banget. Aku happy. Habis itu aku bilang ke Bunda terima kasih banyak sudah datang di acara birthday-ku, udah datang dan mau surprise-in gitu," sambungnya.

Onyo kembali menegaskan hubungannya dengan Sarwendah terjalin baik.

"Ya semua baik-baik aja kok, guys. Enggak kayak yang kalian pikirin gitu. Baik dua-duanya," tuturnya lagi.

Pemuda yang berasal dari NTT itu mengaku, dirinyalah yang lebih mengetahui karakter sang ibu dan ayah angkatnya dibanding netizen.

"Karena yang tahu karakter Bundaku itu aku sendiri. Begitu pun dengan karakter ayah, juga aku tahu," terangnya saat disinggung soal beda sikap yang ia ambil menghadapi kedua orangtua angkatnya.

Dibenarkan Onyo, Sarwendah tipikal orang yang tidak bisa dikompori.

Sehingga, Onyo memilih menenangkan sang ibu ketika mulai dibuat panas oleh komentar warganet.

"Bunda itu nggak bisa, kayak kalau bisa jangan dikomporin. Aku juga sih, kalau dikomporin pasti makin panas. Jadi kalau misalkan di samping Bunda, aku bisa kasih tahu Bunda biar lebih tenang, lebih santai gitu," tandasnya.

Sementara itu, ketika di sisi Ruben, Onyo lebih meminta sang ayah untuk bersikap cuek.

"Kalau misalkan ayah aku, kalau aku bilang sama ayah, 'Udah tenang aja santai. Biarin mereka ngomong apa yang penting ayah happy dengan hidup ayah sekarang," imbuhnya.

Onyo tak menampik dirinya mencoba menjaga perasaan banyak orang.

"Iya, kayak gitu," pungkasnya.

Beri Kejutan Ulang Tahun Terpisah

Sebelumnya, Betrand Peto baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-21 pada Sabtu (14/3/2026).

Perayaan tahun ini diwarnai dengan kejutan-kejutan spesial dari orang tua tercintanya.

Namun, Ruben Onsu dan Sarwendah memberikan kejutan secara terpisah.

Kendati demikian, dua-duanya tetap menjadi momen istimewa bagi Onyo.

Mengutip YouTube Insertlive dan TRANS TV Official, Senin (16/3/2026), kejutan pertama datang saat Onyo sedang menjalani latihan sepak bola. 

Tanpa diduga, Sarwendah menemui pria asal Ruteng, NTT itu dalam rangka memberikan kejutan ulang tahun.

Kekasih pengusaha Giorgio Antonio tersebut mendatangi Betrand Peto tak seorang diri melainkan ditemani oleh sang ibu, Rospita Tyoa.

Saat itu Sarwendah dan Rospita Tyoa berinisiatif mendatangi Onyo saat berada di lapangan bola.

Betrand Peto menyambut kejutan itu dengan senyuman bahagia. 

Setelah mendapat kejutan dari mantan anggota girlband Cherrybelle itu yang menyusulnya ke lapangan bola, Betrand juga mendapat kejutan lain dari sang ayah di rumah.

Ruben Onsu bahkan menyiapkan perayaan khusus di kediamannya dengan mengundang badut dan mengundang teman-teman Betrand.

Dalam momen itu, Onyo tampak tiup lilin hingga potong kue bersama Ruben Onsu dan tamu lainnya.

Tampak ia memberikan potongan kue pertamanya kepada presenter kelahiran Jakarta, 15 Agustus 1983 tersebut.

Saat diberi kejutan oleh Ruben, raut wajah Onyo begitu semringah.

10 Tips untuk Membantu Anak Atasi Dampak Perceraian

 Perceraian dapat mengakhiri hubungan yang tidak bahagia dan tidak sehat, dan pada akhirnya, dapat menjadi solusi terbaik bagi keluarga.

Tetapi, perceraian dapat memengaruhi dan berdampak kehidupan anak pada usia berapa pun mereka mengalaminya.

Dokter anak Heather Sever, DO, mengatakan bahwa perceraian dan perpisahan dapat berdampak pada anak-anak pada usia berapa pun.

“Ketika orang tua mengalami masa-masa sulit, anak-anak merasakan itu, berapa pun usia mereka. Jadi, meskipun anak-anak dapat mengekspresikan stres mereka dengan cara yang berbeda pada usia yang berbeda, penting bagi orang tua untuk bersikap seterbuka dan sejujur mungkin, bahkan dengan situasi yang sulit,” katanya, seperti dilansir Cleveland Clinic.

Untuk membimbing anak melalui peristiwa besar dalam hidup ini, orang tua harus terlebih dahulu memahami perasaan anak. Kemudian, melengkapi diri dengan cara yang tepat untuk mengatasinya.

Dr. Sever berbagi tips mengenai perceraian terhadap perkembangan anak.

Bagi anak-anak, perceraian mungkin merupakan pengalaman yang sangat traumatis dan luar biasa. Beberapa anak menyalahkan diri mereka sendiri atas putusnya perkawinan dan mengalami perasaan bersalah.

Orang lain mungkin bertingkah, atau prestasi akademik mungkin menurun. Ketika seorang anak mengalami konflik, itu menciptakan kecemasan dan disonansi kognitif di dalam diri mereka.

Dampak itu berbeda pada masing-masing usia anak, mereka mungkin mengalami kebingungan (umum pada anak kecil), kemarahan (umum pada remaja), khawatir dan rasa bersalah. Setiap situasi adalah unik.

“Kabar baiknya bagi orang tua adalah mungkin untuk mengurangi efek psikologis ini,” kata Dr Sever.

Berikut 10 hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak mengatasi masa sulit ini:

1. Tetap terlibat dalam kehidupan anak

Ketika Anda tidak berinvestasi atau tidak meluangkan waktu untuk anak Anda, mereka merasa tidak penting.

Anak Anda ingin kedua orang tuanya menjadi bagian dari hidupnya. Pastikan anak Anda tahu betapa Anda mencintai mereka.

Luangkan waktu dalam jadwal Anda untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan atau menghabiskan waktu pribadi yang berkualitas.

2. Bekerja keras untuk menjadi orang tua bersama

Ketika Anda bertengkar, terutama tentang seorang anak, mereka akan menyalahkan diri mereka sendiri dan berpikir bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang salah. Ini mengarah pada perasaan bersalah atau depresi.

Cobalah untuk menjauhkan anak Anda dari pertengkaran dengan mendiskusikan hal-hal ketika mereka tidak hadir. Diskusikan hal-hal secara langsung dengan orang tua lain alih-alih menyampaikan informasi melalui anak.

3. Dukunglah anak bersama orang tua lainnya

Dorong anak Anda untuk menikmati waktu bersama orang tua lain dan keluarga besar baru (jika orang tua lain telah memulai hubungan baru atau menikah lagi).

4. Batasi mengatakan hal-hal negatif tentang mantan

Jika Anda mengatakan hal-hal yang menghina orang tua lain atau mantan pasangan, ini akan memaksa seorang anak untuk merasa bahwa mereka perlu setuju dengan Anda atau memihak. Jangan salahkan orang tua yang lain.

5. Berkomunikasi dengan jujur

Anak-anak berhak mengetahui kebenaran tentang mengapa Anda bercerai, tetapi sederhanakan. Rencana ke depan dan hati-hati menyampaikan informasi. Jika memungkinkan, beri tahu anak itu bersama-sama. Jelaskan perubahan yang akan datang dengan pengaturan hidup, kegiatan, rutinitas sekolah, dll.

6. Bantu anak mengungkapkan perasaannya

Sangat penting untuk mendengarkan anak Anda. Dorong mereka untuk jujur dan mengakui perasaan mereka.

Berbicara tentang perceraian mungkin merupakan proses yang berkelanjutan. Biarkan mereka tahu bahwa mereka tidak bersalah dalam perceraian.

Adalah normal bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan marah, dendam, depresi atau kecemasan. Ini harus berangsur-angsur memudar seiring waktu.

7. Biarkan mereka tahu semuanya akan baik-baik saja

Perubahan itu sulit. Yakinkan mereka bahwa meskipun akan ada beberapa perubahan dalam jadwal dan rutinitas sehari-hari mereka, akan mungkin untuk beradaptasi dan beradaptasi dengan normal baru. Mengajarkan perhatian bahkan dapat menciptakan ikatan baru di antara Anda.

8. Jaga rutinitas

Tetapkan konsistensi dan struktur. Ini memungkinkan anak Anda merasakan kedamaian dan stabilitas ketika aspek lain dari kehidupan mereka berubah.

Namun, jangan biarkan mereka melanggar aturan atau menjadi lalai dengan tugas/tanggung jawab.

9. Jaga dirimu

Luangkan waktu untuk perawatan diri Anda sendiri. Temukan cara produktif untuk mengatasi keadaan Anda dengan berolahraga, makan sehat, tetap berhubungan dengan teman atau menulis di jurnal. Anda bahkan dapat bergabung dengan grup pendukung.

10. Pertimbangkan konseling

Jika anak Anda kewalahan dengan perceraian, carilah bantuan profesional. Seorang konselor atau terapis dapat memberikan kepastian bagi Anda dan anak Anda, dan membangun kerangka kerja untuk penyembuhan dan harapan untuk masa depan.

Bicarakan dengan dokter anak anak tentang mendapatkan rujukan untuk menemui konselor. Ini akan membantu memastikan kesejahteraan sosial, emosional dan spiritual mereka.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.