Renungan Harian Katolik Kamis 2 April 2026, 'Mengasihi Sampai Titik Paling Rendah dan Hina'
Edi Hayong April 02, 2026 02:19 PM

Oleh : RP. John Lewar, SVD
Kapela St. Yohanes Paulus II Sikun
Paroki Besikama Malaka Timor NTT

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Kamis 2 April 2026 Hari Kamis Putih dari  RP. John Lewar, SVD berjudul "Mengasihi Sampai Titik Paling Rendah dan Hina".

Renungan Harian Katolik dari RP. John Lewar, SVD merujuk pada Bacaan I: el. 12:1-8,11-14; Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18; 1Kor. 11:23-26; Yoh. 13:1-15. Warna Liturgi Putih

Perayaan Kamis Putih sering disebut perayaan Kasih. Mengasihi sampai titik paling rendah dan hina menjadi tema permenungan kita kali ini. 

Kasih itu tidak terbatas, tanpa syarat. Perikop Injil Yohanes memperlihatkan inti dari kasih sejati yakni Perjamuan Malam Terakhir dan Pembasuhan Kaki. 

Kedua tindakan ini mengajarkan kita tentang kasih yang tidak hanya berbicara, tetapi juga mengalir dalam tindakan yang nyata dan penuh pengorbanan. 

Pertama, Perjamuan Malam Terakhir. Pada perjamuan malam terakhir, Yesus memberikan tubuh dan darahNya dalam bentuk roti dan anggur sebagai lambang pengorbanan-Nya yang akan terjadi di salib. 

Perjamuan ini menjadi dasar dari sakramen Ekaristi (Misa Kudus), yang merupakan inti dari kehidupan rohani umat Katolik.

Dalam Ekaristi, umat percaya bahwa mereka ikut serta dalam perjamuan ini, menerima tubuh dan darah Kristus yang memberikan hidup kekal. 

Melalui perjamuan ini, Yesus juga mengajarkan tentang persatuan umat-Nya dalam tubuh Kristus. Setiap kali umat Katolik merayakan Ekaristi, mereka mengingat pengorbanan Kristus dan mengalami persekutuan dengan Tuhan dan sesama.

Kedua, Pembasuhan Kaki. Pembasuhan kaki adalah bukti tindakan mengasihi sampai titik paling rendah dan hina.

Yesus yang adalah Guru dan Tuhan, rela merendahkan diri dan melayani murid-murid-Nya dengan cara yang sangat sederhana dan penuh kasih. Ini mengajarkan umat Katolik untuk hidup dalam kerendahan hati dan saling melayani. 

Mengapa Yesus harus membasuh kaki para muridNya? Pada zaman Yesus, khususnya dalam budaya Yahudi, membasuh kaki orang lain adalah pekerjaan seorang budak.

Kegiatan ini biasanya dibuat sebelum seseorang memasuki sebuah rumah dan sebelum memulai sebuah perjamuan (makan bersama). 

Di samping sebagai pekerjaan pokok seorang budak, kebiasaan masyarakat yang berlaku saat itu adalah orang yang lebih rendah membasuh kaki orang-orang yang lebih tinggi kedudukannya. Murid membasuh kaki guru, rakyat jelata membasuh kaki raja. 

Tidak akan pernah terjadi seorang raja berlutut di depan kaki rakyatnya, dan seorang guru berlutut di depan kaki murid-muridnya. Dengan demikian reaksi penolakan Petrus dimengerti dalam konteks ini.

Petrus tidak mau Yesus, yang adalah guruNya, membasuh kaki muridNya. Di sinilah Petrus masih terperangkap dalam pola pikir dan kebiasaan itu.

Makna lain dari pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus adalah nilai pengampunan. Membasuh berarti membersihkan. 

Yesus membasuh kaki para muridNya sebagai tanda pembersihan hati mereka, sebagai tanda pengampunan atas dosa dankesalahan manusia.. 

Ketiga, Panggilan untuk Menghidupi Kasih dan Pelayanan. Kamis Putih mengajak umat Katolik untuk merenungkan kasih Yesus yang tanpa syarat, yang menuntun-Nya untuk memberikan hidup-Nya bagi umat manusia. 

Yesus mengajarkan umat-Nya untuk mengasihi sesama sebagaimana Dia telah mengasihi kita. Perayaan ini juga menjadi waktu untuk memperbarui komitmen umat Katolik untuk hidup dalam pelayanan dan kasih.

Adapun Inti dari perayaan Kamis Putih adalah:

  • Memperingati dan merayakan Ekaristi sebagai perjamuan terakhir Yesus yang memberi tubuh dan darah-Nya bagi keselamatan umat manusia.
  • Menghidupi teladan Yesus dalam kerendahan hati dan pelayanan, terutama melalui pembasuhan kaki, yang mengajarkan umat untuk melayani sesama dengan tulus dan tanpa pamrih.
  • Panggilan untuk memperbarui hidup dalam kasih, mengikuti teladan Kristus dalam tindakan nyata, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun sesama.

Kamis Putih adalah saat umat Katolik mengingat pengorbanan Kristus dan menghayati kembali makna pelayanan serta persatuan dalam tubuh Kristus.

Doa: 

Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih dan pengorbanan-Mu yang luar biasa. Engkau yang tanpa dosa, tetapi rela merendahkan diri dan membasuh kaki kami yang penuh dengan dosa. 

Kami mengakui bahwa kami belum bersih, kami membutuhkan pengampunan dan penyucian dari-Mu. Ajarkan kami untuk hidup dalam kerendahan hati, melayani sesama, dan menerima pembersihan yang hanya dapat Engkau berikan.

Semoga perayaan ini memperbarui hati kami dan membimbing kami untuk hidup dalam kasih dan pelayanan-Mu....Amin. Sahabatku yang terkasih, Selamat Merayakan perjamuan Tuhan dan hidup saling mengasih. 

Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam Nama Bapa dan Puteradan Roh Kudus....Amin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.