BPBD Sulut Imbau Masyarakat Tetap Tenang, Waspada Gempa Susulan
Frandi Piring April 02, 2026 02:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara mengimbau masyarakat tetap tenang menyusul gempa Magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pagi, sekitar pukul 06.48 WITA. 

Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel mengimbau masyarakat tetap beraktivitas dan tenang. 

Meskipun demikian, kata Adolf, warga berhati-hati dan waspada.

"Sebab ini masih ada gempa susulan. Karena itu masyarakat harus waspada," kata Tamengkel di lokasi bencana reruntuhan fasade gedung Hall B GOR RW Mongisidi Manado. 

Ia juga mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dengan berbagai informasi yang bersileweran di media sosial. 

Sebab, tidak sedikit pihak-pihak yang sengaja menyebar hoax untuk menimbulkan kepanikan. 

"Memang tadi sempat ada peringatan dini potensi tsunami tapi sudah dicabut," katanya.

Adolf mengatakan, pihaknya masih mengumpukan informasi dampak gempa magnitudo 7,6.

Katanya, selain fasade Hall B GOR RW Mongisidi, pihaknya mendapatkan laporan terdapat dua gereja di Kembes, Minahasa terkena dampak. 

"Plafon Gereja Katolik di Rumengkor sebagian jatuh dan gereja lain di Kembes juga kena dampak," katanya. 

Selain itu, BPBD Sulut memastikan fasilitas dan layanan publik berjalan. "Saat ini listrik sudah menyala dan rumah sakit tetap melayani," katanya.

Terkait itu, berdasarkan laporan BMKG Stasiun Geofisika Manado, sejak gempa utama pada pagi hari, terjadi puluhan gempa susulan. 

Gempa susulan ada yang goncangannya dapat dirasakan dan ada yang tidak terasa.

Baca juga: Gempa 7,6 Guncang Manado, Oma Deitje Sedang Bersihkan Rica saat Tertimpa Reruntuhan Bangunan GOR

Peringatan Dini Tsunami Dicabut

Stasiun Geofisika Manado Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada Kamis (2/4/2026) pukul 10.56 Wita.

Kondisi dinyatakan aman untuk beraktivitas.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya.

Keputusan tersebut diambil karena tidak lagi terdeteksi aktivitas tsunami serta gempa susulan yang terjadi menunjukkan tren melemah.

Tsunami hanya terdeteksi 16 menit usai gempat pertama serta sekitar 2 jam sebelum peringatan dini dicabut.

Total gempa susulan yang tercatat mencapai 48 kali dengan kekuatan bervariasi, mulai dari magnitudo Magnitudo 5,5-3,1.

"Iya betul, masyarakat di pesisir sudah boleh beraktivitas normal," tutur Tony.

Selain itu, bagi masyarakat yang ingin mengecek maupun memperbaiki bangunan juga sudah diperbolehkan.

Seiring dengan membaiknya situasi, masyarakat yang berada di wilayah pesisir kini diperbolehkan kembali beraktivitas seperti biasa.

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan mengikuti informasi resmi apabila terjadi perkembangan lanjutan. (Ndo/Ara)

Baca juga: Dampak Gempa Bumi 7.6 SR di Sulut, Plafon Gereja dan Kubah Masjid di Kota Bitung Alami Kerusakan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.