1.776 Pendatang Baru Masuk Jakarta setelah Arus Mudik Lebaran 2026, Paling Banyak dari Jawa Barat
Irwan Wahyu Kintoko April 02, 2026 02:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencatat 1.776 pendatang baru masuk ke Ibu Kota setelah arus mudik Lebaran 2026.

Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, mengatakan, jumlah tersebut dihimpun sejak Rabu (25/3/2026) hingga Rabu (1/4/2026).

"Total pendatang baru pasca Lebaran mulai 25 Maret sampai hari ini berjumlah 1.776 orang," kata Denny saat dikonfirmasi Kamis (2/4/2026).

Berdasarkan data Disdukcapil, faktor keluarga menjadi alasan utama pendatang pindah ke Jakarta, dengan persentase mencapai 32,97 persen.

Baca juga: Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Belum Tembus 1.000 Orang

Alasan lainnya tercatat sebesar 28,56 persen, diikuti faktor pekerjaan 17,12 persen, perumahan 17,12 persen, serta pendidikan 3,03 persen.

Dari jenis kelamin, jumlah pendatang relatif seimbang, yakni 885 perempuan dan 891 laki-laki.

Jika dilihat dari daerah asal, mayoritas pendatang berasal dari sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar dengan persentase 38,87 persen.

Baca juga: Pemprov DKI Catat 967 Pendatang Baru, Didominasi Warga Jawa Barat

Selanjutnya disusul Jawa Tengah sebesar 20,24 persen, Banten 14,15 persen, Sumatera Utara 10,85 persen, serta Jawa Timur 7,49 persen.

Berdasarkan kota asal, pendatang paling banyak berasal dari Bekasi sebesar 6,02 persen, kemudian Bogor 5,5 persen, Depok 4,77 persen, dan Kota Tangerang 3,75 persen.

Apabila dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir, jumlah pendatang baru setelah Lebaran tahun ini menunjukkan tren penurunan.

"Tren tiga tahun terakhir sepertinya terjadi penurunan," kata Denny.

Baca juga: Pendatang Baru setelah Lebaran 2026 Banyak Belum Memahami Kondisi Jakarta, Ini Pesan Pramono Anung

Data tersebut masih bersifat sementara.

Disdukcapil masih menunggu rekapitulasi layanan administrasi kependudukan yang berlangsung hingga 25 April 2026.

Untuk mempercepat pendataan, Disdukcapil akan melakukan metode jemput bola dengan menggandeng pemerintah kota/kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan.

Kegiatan ini berupa sosialisasi dan pembinaan administrasi kependudukan di tingkat RW yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 20 April 2026.

Baca juga: 12 Ribu Pendatang Baru Diprediksi Serbu Jakarta setelah Lebaran 2026, Ini Kata Pramono Anung

Denny menegaskan, kegiatan tersebut bukan merupakan operasi yustisi, melainkan upaya pembinaan agar para pendatang tertib administrasi.

"Ini bukan operasi yustisi, tapi pembinaan agar pendatang tertib administrasi dan tercatat secara resmi," jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta mengimbau para pendatang baru untuk segera melapor agar data kependudukan tetap akurat dan pelayanan publik dapat berjalan optimal.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban administrasi di tengah mobilitas penduduk yang meningkat setelah momentum Lebaran.

 

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.