Mobil MBG Disalahgunakan buat Jemput Tamu dan Piknik di Lombok, SPPG: Ditelusuri dan Diidentifikasi
Sinta Darmastri April 02, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan potongan video yang memperlihatkan dugaan penyalahgunaan aset negara. Sebuah mobil operasional yang seharusnya bertugas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru tertangkap kamera tengah berada di area parkir Bandara Internasional Lombok, diduga kuat sedang digunakan untuk menjemput tamu.

Dalam rekaman yang beredar luas tersebut, tampak sejumlah orang masuk ke dalam kendaraan yang ditempeli stiker resmi Badan Gizi Nasional (BGN). Suara di balik video tersebut terdengar melayangkan protes keras.

"Mobil MBG dipakai jemput di Bandara Internasional Lombok, gimana ini Prabowo," ujar pria dalam video tersebut dengan nada kecewa.

Ternyata, isu ini tak berhenti di bandara saja. Sebuah video lain yang tak kalah menghebohkan juga muncul, memperlihatkan unit mobil operasional MBG serupa sedang terparkir di kawasan pantai, memicu asumsi bahwa kendaraan tersebut digunakan untuk agenda pribadi seperti piknik.

Menanggapi kegaduhan ini, Kepala Regional SPPG NTB, Eko Prasetyo, angkat bicara. Ia menyatakan bahwa pihaknya kini tengah bergerak cepat untuk melakukan investigasi mendalam terkait lokasi dan oknum di balik rekaman tersebut.

"Sedang ditelusuri dan diidentifikasi," tegas Eko melalui pesan singkat WhatsApp pada Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Respons Kepala BGN Dadan Hindayana Soal Susu MBG Dijual di Minimarket: Kami Tidak Pernah Kerja Sama

Eko menggarisbawahi aturan main yang sangat ketat mengenai penggunaan kendaraan operasional ini. Seharusnya, mobil-mobil tersebut memiliki jalur tugas yang spesifik dan terbatas pada logistik makanan bergizi.

"Hanya untuk mendistribusikan makanan ke penerima manfaat dan pengambilan ompreng, setelah makanan dikonsumsi oleh penerima manfaat (mobil) kembali ke SPPG," jelas Eko.

Ia menegaskan kembali bahwa setelah tugas distribusi selesai, mobil wajib "parkir manis" di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dilarang keras digunakan untuk keperluan di luar operasional program.

Baca juga: Viral Temuan Susu Gratis Program MBG di Minimarket, Per Dus Dijual Rp138 Ribu, Siapa yang Bermain?

Meski demikian, pihak BGN mengaku sangat terbantu dengan adanya pengawasan langsung dari masyarakat. Eko mengapresiasi segala bentuk laporan yang masuk sebagai bahan evaluasi demi menjaga integritas program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut. Namun, ia juga mengimbau agar masyarakat memberikan laporan yang valid dan terperinci.

"Namun harapannya laporan itu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dengan mencantumkan nama SPPG/lokasi serta memuat informasi penting lainnya sehingga kami di provinsi dapat cepat melakukan identifikasi," tuturnya dalam keterangan resmi.

Untuk mempermudah proses penindakan terhadap oknum yang nakal, Eko meminta bantuan warga agar menyertakan bukti yang jelas jika menemukan pelanggaran serupa di masa mendatang.

"Seperti halnya mobil distribusi yang disalahgunakan, harapannya dapat direkam secara utuh dengan memperlihatkan nomor polisi agar mudah kami identifikasi," pungkas Eko.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.