TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menceritakan interaksi Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Republik Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung.
Seskab Teddy menjelaskan bahwa kunjungan kenegaraan Prabowo ke Korsel bukan hanya sekadar rapat dan agenda resmi, melainkan juga diwarnai dengan kedekatan personal.
"Diplomasi tidak hanya sekadar rapat dan agenda resmi, tetapi bagaimana hubungan personal antarpemimpin dapat terjalin dan membekas baik di hati," ungkap Teddy dalam unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet, pada Kamis (2/4/2026).
Teddy menyatakan bahwa Prabowo memberikan beberapa kerajinan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Indonesia, di antaranya Keris Bali dan Guci keramik dari Jawa Timur.
Selain itu, Prabowo juga memberi kejutan dengan menghadiahkan baju untuk anjing peliharaan Presiden Lee.
"Presiden Prabowo juga ngasih surprise gemas yang sukses bikin Presiden Lee kaget adalah hadiah baju untuk anjing peliharaannya!" papar Teddy.
Teddy mengatakan bahwa anjing peliharaan Presiden Korsel bernama Bobby. Nama yang sama dengan kucing peliharaan Presiden Prabowo.
"Plot twist-nya anjing peliharaan Presiden Lee ternyata bernama Bobby juga! Kekuatan diplomasi anabul memang nggak ada tandingannya, ya?" katanya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo melakukan kunjungan resmi ke Jepang dan Republik Korea Selatan.
Seskab Teddy menyebut, kunjungan itu menghasilkan capaian konkret berupa komitmen kerja sama bisnis dengan nilai yang sangat signifikan.
Baca juga: Momen Presiden Prabowo-Presiden Lee Beri Gestur Finger Heart saat Temui Carmen Hearts2Hearts
Menurutnya, total nilai kesepakatan bisnis yang berhasil dihimpun dari kedua negara mencapai USD 33,89 miliar atau setara dengan Rp575 triliun.
“Dari Jepang tercatat komitmen bisnis sebesar USD 23,63 miliar atau setara Rp401,7 triliun, sementara dari Republik Korea mencapai USD 10,26 miliar atau setara Rp174 triliun. Sehingga total keseluruhan mencapai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya pada Kamis.
Teddy menyatakan, capaian itu menunjukkan tingginya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, serta pembangunan sektor strategis nasional.
Menurutnya, keterlibatan langsung Prabowo dalam dialog dengan para pelaku usaha menjadi faktor kunci dalam mendorong terwujudnya kesepakatan tersebut.
“Bapak Presiden tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi aktif mendengarkan, merespons cepat, dan memberikan solusi serta perintah langsung atas berbagai masukan dari dunia usaha. Ini yang membuat kepercayaan investor semakin kuat,” tambahnya.
Seskab Teddy pun memastikan pemeritah bakal mengawal seluruh komitmen itu agar bisa segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Setelah merampungkan kunjungan ke dua negara, Prabowo tiba di Tanah Air.
Pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (01/04/2026) sekitar pukul 23.55 WIB.
Prabowo tampak disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra.
Selama berada di Jepang, Prabowo melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito hingga bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.
Sementara itu, di Korea Selatan, Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung sepakat untuk mendorong perluasan kemitraan komprehensif Indonesia-Republik Korea ke tingkat tertinggi.
(Tribunnews.com/Deni)