TRIBUNPEKANBARU.COM , PEKANBARU - Kebakaran lahan di Kota Pekanbaru semakin meluas selama dua bulan belakangan. Cuaca panas yang melanda kota menjadi satu pemicu lahan terbakar.
Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mencatat total ada 33,4 hektar lahan terbakar.
Luas lahan terbakar terus bertambah dari Januari hingga Maret 2026.
Sepanjang Januari luas lahan terbakar mencapai delapan hektar. Sedangkan pada Februari terus meluas hingga 14 hektar.
"Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total keseluruhan luas lahan terbakar mencapai 33 hektar lebih," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino kepada Tribunpekanbaru.com.
Pihaknya menerima 65 laporan tentang lahan terbakar selama tiga bulan ini.
Lokasinya menyebar di 55 titik kejadian.
Baca juga: Karhutla di Pelalawan, Hujan Hasil OMC Padamkan Api di Desa Segamai
Kejadian kebakaran lahan berlangsung di sepuluh kelurahan yang ada. Kebakaran lahan terluas dan terbanyak ada di Kecamatan Payung Sekaki.
Luas lahan terbakar di kecamatan itu berkisar 13 hektar.
Lokasi kebakaran lahan menyebar di 15 titik berbeda.
Kecamatan lainnya yang cukup luas dampak kebakaran lahan yakni di Rumbai. Luas lahan terbakar di kecamatan itu mencapai 9,3 hektar yang menyebar di sebelas titik.
Kebakaran lahan juga terjadi di kecamatan lainnya yaitu Bukit Raya, Tuah Madani, Bina Widya dan Marpoyan Damai. Lalu di Tenayan Raya, Kulim, Rumbai Timur dan Rumbai Barat.
"Kami terus melakukan patroli, untuk mencegah kebakaran lahan," ujarnya didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pekanbaru, Febrino.
Pihaknya juga mengimbau agar warga mencegah terjadinya kebakaran lahan. Mereka jangan membuka lahan dengan cara membakar.
(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)