TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Anggota Komisi I DPRD Kuantan Singingi (Kuansing), Dian Septina, mengaku heran dengan adanya mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Kuansing yang digadaikan oleh oknum pegawai honorer.
Ia menyoroti kasus tersebut yang dinilai sudah berlangsung lama, namun hingga kini kendaraan dinas tersebut belum juga berhasil ditarik kembali oleh pemerintah daerah.
“Ini peristiwanya sudah lama, sudah bertahun-tahun, tapi belum juga ditarik,” ujar Dian Septina, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, kondisi ini sangat disayangkan karena aset daerah seharusnya dijaga dan diamankan, bukan justru dibiarkan berlarut-larut dikuasai pihak ketiga.
Dian menegaskan, Pemkab Kuansing seharusnya tidak membiarkan persoalan tersebut terus berlarut tanpa penyelesaian yang jelas.
Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah memiliki Tim Yustisi yang dapat digunakan untuk melakukan penarikan serta pengamanan terhadap aset daerah, termasuk kendaraan dinas.
“Kasus ini juga harus diusut tuntas. Jika tidak berhasil, kan bisa lapor polisi. Ini sudah masuk penggelapan aset,” tegasnya.
Selain itu, Dian juga meminta Pemkab Kuansing untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap seluruh kendaraan dinas yang dimiliki.
Hal ini penting dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi aset daerah yang dikuasai oleh pihak lain tanpa dasar yang jelas.
Ia mengaku khawatir masih banyak kendaraan dinas yang belum kembali dan masih berada di tangan pihak ketiga.
Kondisi tersebut dinilai merugikan pemerintah daerah, terlebih di tengah keterbatasan keuangan saat ini.
Dian menyebut, banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membutuhkan kendaraan dinas untuk menunjang operasional, namun justru kekurangan.
“Di tengah kondisi keuangan saat ini, tidak mungkin menganggarkan kendaraan dinas baru. Manfaatkan saja kendaraan dinas yang ada,” pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/Guruh Budi Wibowo)